Akulah Malammu


Kuingin menjadi malam untukmu. Setiap malam bersamamu. Menjadi selimut bagi semua yang kau miliki. Kuingin penuhi keinginanmu. Apapun!

Kuingat dirimu setiap saat. Tak sedetik pun ingin kulewatkan tanpa tidak mengingatmu. Aku ingin kau tersenyum indah. Selalu tersenyum lepas karena aku kan ada untukmu, hanya untukmu; bukan yang lain!

Tak perlu kau minta pembuktian yang terlalu besar. Bukankah perhatianku untukmu kapan pun yang kau butuhkan selalu ada? Diriku ingin jadi malam untukmu. Biarkan bulan dan bintang dengan segala pesonanya walau tak seterang mentari di pagi hari, tapi itulah aku! Ada dan pasti datang untukmu.

Aku adalah malam yang tetap sama menemanimu. Kepedihanmu akan kuhapus dan tak menyisakan sedikitpun nodanya. Cinta yang kau berikan akan selalu ada, kusimpan dan kuawetkan. Tak perlu khawatirkan ia akan pergi. Tak akan, dan tak pernah hilang sedikitpun rasaku padamu.

Hatimu ingin kusejukkan. Kuingin buat dirimu senang karena telah kuhibur dengan kehadiranku setiap saat. Dirimu adalah kebahagian bagiku. Kesepian pun kan datang tanpamu.

Begitulah diriku, bagaimana dirimu?

Iklan

Kata Hatiku 3


Jika ada segelintir org Aceh di Luar Negeri yg msh klaim bhw mereka adalah kelompok Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yg ingin/akan merdekakan Aceh dlm waktu dekat, mana mereka? Siapa sih mereka? Berani pulang ke Aceh sekarang? Apa kegiatan mereka di Luar Negeri sana? Apakah dunia akui keberadaan mereka seperti dunia akui Aceh Sumatra Merdeka (baca;bukan GAM) yg dideklarasikan Alm.DR.Hasan di TIRO? Dan apakah rakyat Aceh yg sekarang tinggal di Aceh yg ingin hidup dalam damai dan nyaman jalan aktivitas bersedia memberikan dukungan pd kelompok “itu”?

Sudah tak cukupkah konflik yg mendera Bumoe Hasan Tiro ini selama puluhan tahun? Mengapa ada sekelompok orang yg katanya “hebat”, “berani”, “konsisten” dan “loyal” pd perjuangan mengantarkan Aceh ke tangga liberti itu berkoar2 di Luar Negeri? Tak cukupkah org Aceh dihembuskan “angin syurga” masa lalu? Apakah saya percaya dan yakin pd kelompok “itu” dan percaya pd “org2” di dalamnya??? Saya jawab dgn berani dan tegas; TIDAK.!!!! Wong rukun iman itu cuma 6 dalam keyakinan saya, mosok percaya ama calon pembuat onar itu!

We must care and support for children with disabilities in #Aceh Province, #Indoensia.
“The rights of students with disabilities to be educated in their local mainstream school is becoming more and more accepted in most countries and many reforms are being put in place to achieve this goal. Further, there is no reason to segregate disabled students in public education systems. Instead education systems need to be reconsidered to meet the needs of all students.”-(Organisation for Economic Co-operation and Development, OECD, 1999) Cc: @YRDPIAceh @UNICEF @WHO The Centre for Studies on Inclusive Eduacation (CSIE)>>>#WordlWideMOVEMENT

Salah satu Resep agar hidup selalu nyaman adalah berdamai dengan diri sendiri. Lalu, berpikirlah positif setiap saat untuk lingkungan sosial Anda. Hindari membuat pernyataan2 negatif; sebisa mungkin harus dihindari. Jangan lupa, kita harus bertawakkal kepadaNya agar jiwa menjadi bersih dan selalu damai dalam bimbinganNya. Mari kita berpikir Positif, dan jangan memulai pergunjingan. Salam damai penuh cinta. #ForMySelfnFrens

“Semoga kematian itu tak datang begitu cepat,karena taubatku masih belum sedang kulakukan dgn benar/tulus/bahkan tak ada bernilai sama sekali.Selamat tunaikan ibadah puasa,doakan saya selamat..Andai saya meninggal dunia hari ini…maafkan segala kilaf/salah saya.Doakan saya tenang di sisiNya..”

Khusus buat kaum pria; Hindari keluar rumah menjelang berbuka utk alasan cuci mata, dikhawatirkan “berdiri buah2” maka dari itu puasa pun batal dengan sendirinya. Demkian sahihnya! #SelamatMasak buat para Ibu2..yg uenak ya?

Jaga warasmu…tak perlu kau remukkan….i always love u. Jgn hukum dirimu sendiri,kau tlah jaga aku dg hatimu…makasih ya? mat buka puasa bersamanya. #IniFIKSI

Persahabatan sejati antara pria dan wanita adalah ketika keduanya mampu utk saling memberi dan menerima..tanpa ada rasa ingin saling memiliki.

Lebih baik punya teman 10 orang tapi mereka mengenal Anda dengan baik: mengerti apa yg sedang Anda rasakan dan alami.Begitu juga sebaliknya (#AgnesMonica).Anda mengerti apa yg sedang mereka rasakan.

Memikiliki banyak teman tapi tak ada yg mau mengerti Anda,utk apa? Mungkin begini, mereka org2 yg kita kenal;bukan teman!!! #SelamatBerbukaPuasa

Masih byk keluarga Di Aceh yg tidak mampu membeli “daging” di hari Meugang menyambut puasa.Hal ini miris! Karena, meugang di Aceh harus ada daging! Gimana pun diusahakan utk itu,tapi bila sudah tak sanggup beli juga seperti mrk??? Berarti,tingkat perkembangan ekonomi di Aceh sangat buruk…buruk sekali!

Dan kami tahu persis gimana rasanya anak2 yg makan siang tanpa daging.Karena mrk tahu teman2ny

a makan siang dengan daging yg dimasak/digoreng Ibu mrk. Bila tak ada daging, pasti anak2 itu bertanya pd ibu mrk, “mak…tanyoe hana ungkot sie agoe mak? (Ibu,kok kita gak makan daging..?..) Pasti si ibu tak bisa menjawab, karena yg ada hanyalah 2 butir “telur asin” yg direbus, plus 1 telur ayam yg digoreng menjadi telur dadar yg dipotong 4..!
Selamat puasa.
Wajah Media pun berubah seiring Ramadhan mendekat.Televisi yg biasanya tampil bahenol telah persiapkan tampilan yg anggun, sopan, dan elegan.Penuh hikmah menuju sandaran vertikal.Ini runitas tahunan, ya? Dan apa kabar dgn Lembaran Koran dan tabloid? Pekerja media cetak tersebut pasti tak mau ketinggalan. itu sudah pasti! Mereka telah awali semuanya dengan jadwal Imsakiah Ramadhan. Terimakasih. Semoga Media2 terebut tulus,tanpa bermaksud menjual ayat2 suci.

Selamat Ramadhan. Maafkan segala salah dan khilaf saya.Kesalahan dan kesilapan puan2 telah lebih dulu saya maafkan. Berpuasalah dengan tulus dilandasi hati yg bersih.Percayalah, hikmah Ramadhan sangat besar. Demikian. Salam.

Aku ingin bahagiakan km…ingin banget lihat sorot matamu ceria..dan gak ada beban…tunggu sampai aku datang,ya?… #iloveu
Sahabat sejati tdk bisa ditukarkan dengan apapun! Termasuk dengan Politik! Meskipun dlm proses politik itu berlaku;yg jauh ayo mendekat,yg dulunya dekat jangan coba2 merapat! #aslibukanfiksi
Prosesi Anemisme menjelang bulan suci Ramadhan selalu trend di Negeri Syariat!

Jangan Ragukan Cintaku


Kuingin dikau menunggu kedatanganku memberikan jawaban atas cinta yang kau mau. Aku pernah janjikan cinta yang berbeda, dan kau akui merinding mendengarnya.

Tetaplah disana dengan hati menyimpan harapan. Peliharalah itu sepenuhnya sayangku. Tak pernah kuingkari semua janji yang pernah kuucapkan di hadapanmu. Yakinlah! Aku tak terbiasa bohongi seseorang. Apalagi seorang wanita. Bagiku, wanita tak boleh disakiti hatinya. Wanita harus dipenuhi semua inginnya. Apapun!

Tak ada alasan untuk ragu, dan juga kau takuti. Meskipun, dahsyatnya badai keangkuhan dan keegoan hampir setengah dari makhluk di Negeriku tak akan mampu membunuh semangatku mendatangimu untuk segera membangun rumah cinta kita. Bagiku, tak ada pelarian dan tak pernah ada cinta yang lain.

Hanya kamu, untukmu, dan bagimulah cintaku ada. Aku cinta kamu. Sepenuh hati ini hanya milikmu.

Dengan penuh cinta!

Ungkapan Cintaku untukmu


Kuingin menemuimu. Ada banyak hal yang harus kau tahu. Kuakan beritahukanmu tentang beberapa hayalanku denganmu. Semuanya adalah bagian dari impianku yang akan kuwujudkan setelah kita disatukan dalam ikatan sakral bernama pernikahan. Tahukah kamu apa yang paling kusuka dari semua itu?!?

Kamu pasti tidak bisa menebaknya begitu saja. Ia tidak mudah! Tapi, tak perlu khawatir. Karena, itu bukanlah bagian tervulgar dari hayalanku. Namun, aku tak mau membuatmu penasaran sampai tak bisa menikmati makan siang hari ini. Aku akan katakan bahwa aku sungguh suka menatap wajahmu kala kau terbangun di pagi hari. Dan sorot matamu pasti lebih natural, dan kamu kelihatan sangat seksi. Aku bisa pastikan bahwa rambutmu pun tergerai tak karuan. Sungguh, kamu wanita terindah di dunia. Bukan yang lain!

Aku masih percaya pada matahari yang akan terbit esok hari. Bagaimana aku tak percaya padanyayang telah terangi lama hatiku? Bukankah hanya ia yang bisa terangi jalanku menemuimu? Tak akan ada lagi kegelapan dalam hidup kita. Kamu percaya, kan? Karena, cahaya benderang matahari itu akan berikan kebahagian untuk kita. Kita berdua adalah pemenang. Kita telah bertarung lama menghadirkan cinta. Sekarang, pergilah derita, dan kita telah ucapkan selamat datang untuk semua kebahagian. Hanya kau dan aku yg akan nikmati indahnya. Bukan yang lain!

Salam penuh cinta.

Bait-Bait Cinta untukmu


Hai wanitaku. Kuingin dikau menunggu kedatanganku memberi jawaban atas cinta yang kau mau. Dan tetaplah disana dengan hati penuh harap atas semua janji yang pernah kuucapkan di hadapanmu. Kuingin kau tak meragukannya. Tak perlu takutkan ketidakhadiranku. Karena, dahsyatnya hujan badai yang sedang menerpa tanah endataku tak akan mampu membunuh semangatku datang padamu untuk segera membangun rumah cinta yang pernah kita rencanakan dulu.

Janji itu akan kutepati. Walau tidak secepat yang kau mau namun diriku akan segera datang padamu memenuhi semuanya. Kita akan bangun mahligai rumah tangga berdua. Kita akan hadapi berbagai cobaan bersama-sama. Tak ada yang bisa nikmati kebahagian selain kita saja. Sudah terlanjur kucintai dirimu sepenuh hati. Dan kuharap dirimu juga setulus hati mencintaiku. Bagiku kau adalah wanita sempurna sesempurna yang kudamba. Jangan pernah ragukan aku ya sayang?!?

Tak mudah mendapatkan cinta pada wanita seindah dirimu. Ketulusanmu sungguh menjadi harap besar bagiku. Seperti katamu pada bulan lalu bahwa aku akan menjadi pelabuhan terakhirmu. Aku bahagia mengetahui itu. Sangat gembira! Jika, Tuhan tidak menghalangi maka cita-cita kita untuk segera menjadikan keinginan-keinginan yang selama ini kita pendam akan terlaksana dalam waktu dekat. Yakinilah kata-kataku. Aku tak berani membohongimu. Aku tak punya rencana lakukan itu. Kumampu bahagiakan dirimu. Kita akan nikmati semuanya berdua. Hanya kau dan aku.

Bagiku, tak ada pelarian dan teak pernah ada cinta yg lain. Hanya kamu, untukmu, dan bagimulah cintaku ada. Aku cinta kamu. Sepenuh hati ini milikmu. Mohon percayalah.

Aku sungguh cinta kamu.

Jangan Biarkan Aku Kesepian


AKU wanita yang periang dan ingin menjadi bagian dari setiap kegembiaraanmu. Dalam sedih dan duka aku ingin tertawa denganmu. Itu yang seharusnya kau pahami tentangku. Meskipun kau terbiasa meninggalkanku karena memang terpaksa kau lakukan. Aku tak pernah persoalkan itu, kan?

Setiap saat diriku ingin rasakan hangatnya gurauanmu. Candamu mudah menyentuh hatiku. Dan senyumanmu tak bisa tidak kukatakan tak menarik. Kau seorang pria yang begitu tahu memperlakukan wanita sepertiku. Sekarang, berikan ketegasan bahwa dirimu tak lagi meninggalkan diriku disini. Aku butuh dirimu. Aku cinta semua caramu memperlakukanku. Tak banyak pria sepertimu di dunia ini. Menurutku tipe pria sepertimu sudah langka, dan perlu dilindungi agar tak punah oleh kolonialisme media sosial. Pemerintah kita harus tahu bahwa perlindungan kepada pria-pria sepertimu harus dilakukan dengan maksimal lewat satu program khusus layaknya yang dialami “harimau sumatra”. Meskipun, aku tak bermaksud menyamakan dirimu dan hanya beberapa pria lain seperti binatang.

Aku terbiasa dengan kelembutan semenjak aku masih balita. Aku masih ingat bagaimana kedua orang tuaku yang begitu perhatian pada pertumbuhan dan perkembangan diriku. Aku dapat merasakan ketulusan mereka dan hingga kini aku ingin diperlakukan selembut mungkin oleh seorang pria yang kucintai. Itu keinginan semua wanita di dunia. Kurasa.

Kau adalah pria dambaanku. Mungkin, wanita-wanita lain di luar sana juga menginginkan sentuhan lembutmu. Dan aku tak pernah rela! Hanya saja, aku berharap ada pria lain sepertimu. Pria yang mampu membuat wanita tersenyum puas, lepas, dan gundah pun mudah hilang seketika.

Sayang, aku hanya memintamu untuk tidak pernah meninggalkan diriku. Tolong, jangan biarkan aku kesepian!

Wanitaku dan Cintanya


AKU tak pernah enggan memberikan pujian. Terutama menyangkut kelebihan seorang wanita. Bagiku, semua wanita di dunia memang layak mendapatkannya. Mengapa? Wanita adalah makhluk terindah yang menjadi penentu utama mengapa aku ada bersama wanita yang kucintai di dunia ini. Tentu, ini alasan yang tak perlu diperdebatkan oleh pria manapun. Seperti sekarang, aku memujimu. Ya, kamu adalah wanita. Benar-benar wanita. Semua tingkahmu adalah gambaran seorang wanita. Aku kagumi semua yang kau punya adalah naturalnya seorang wanita. Kau tak pernah berpura-pura menjadi wanita. Caramu tersenyum, dan sorot matamu bila memandang sesuatu begitu jelas bahwa kamu adalah seorang wanita yang sebenarnya. Bagaimana dengan wanita lain yang ada di dunia? Wanita adalah seseorang yang selalu mampu membuat banyak hal yang berbanding terbalik dengan perilaku seorang pria. Jika, wanita mencoba melakukan hal-hal yang sama sepertiku, niscaya ia bisa kuakui sebagai seorang wanita. Mungkin, itu alasan kuat bila aku enggan memberikan sebuah pujian yang sepantasnya. Itu pendapatku tentang gambaran dari sosok wanita yang kulihat ada dalam dirimu.

Kamu wanita semua cinta yang mampu membuat banyak pria tak bisa mengatakan tidak bila kau minta melakukan apapun. Tanpa ada yang terluka, dan terpenjara dalam kegalauan mendapatkan cinta. Sengaja kusebut pria; dan bukan laki-laki! Menurutku, seorang pria itu sosok dewasa yang sudah dibekali pengertian tentang banyak hal, termasuk urusan hati itu sendiri. Dan seorang laki-laki selalu saja identik dengan kekanak-kanakan dan belum cukup umur. Biasanya, wanita sepertimu tak bisa menerima sifat kurang dewasa, belum matang, dan aku mengerti mengapa demikian. Kau mendambakan pendamping seorang pria yang lebih dewasa darimu. Ini yang kusebut sifat khas seorang wanita. Kau ingin dicintai oleh pria yang bisa membimbingmu menjalani hidup yang sebenarnya; pernikahan! Itu sudah tak bisa diganggu gugat. Itu adalah cita-cita setiap wanita yang sebenarnya. Untuk apa mengarungi biduk rumah tangga dengan seorang laki-laki yang usianya lebih muda? Kau punya jawabannya, kan?

Aku masih ingat dengan jelas bagaimana kau ingin kuperlakukan. Bahkan, aku tak pernah ingin melupakan kata-katamu tentang caraku memperlakukan wanita. Aku mengerti sepenuhnya bahwa wanita yang sebenarnya adalah dia yang ingin diperlakukan dengan lembut; selembut wanita itu sendiri. Kalimat ini membingungkan, namun kurasa ia sudah cukup tepat mewakili apa yang ada dalam ingatanku tentangmu. Kita telah jalani banyak hal di masa lalu, dan itu yang telah mengajarkanku segala hal terutama bagaimana memperlakukan seorang wanita sepantasnya.

Apakah aku menyesal tak bisa mendampingimu mengarungi biduk rumah tangga, sebagaimana yang pernah kita impikan berdua?!? Aku tak pernah menyesali akhir dari hubungan kita. Aku sudah relakan dirimu menghabiskan banyak hal dengan pria yang menjadi pilihanmu. Aku hanya menyesali ketika aku tak tahu sama sekali ketika sebuah kenyataan terkuak. Kenyataan bahwa kau telah akhiri kisah kita secara pihak tanpa kutahu sama sekali. Wajar sekali bila aku butuh penjelasanmu kala itu. Aku kecewa pada proses perpisahan cinta kita yang tak sebanding dengan pengorbanan yang telah kita lakukan berdua untuk memulainya. Itu saja. Bukan yang lain!

Dan tahukah kamu apa yang kurasakan pada saat itu? Bagaimana penderitaanku? Apakah aku telah membuat dosa menyakiti hatimu? Tak pernah ada jawaban hingga kini. Dan aku mengerti sepenuhnya bahwa semua melodi yang indah denganmu seperti dulu tak mungkin tercipta lagi.  Impian hidup yang dulu sempat kusematkan denganmu. Harapan yang selalu kupelihara agar bisa dan hanya berumahtangga denganmu itu telah mati oleh cara yang kau buat. Dan perpisahan sementara yang kita alami ternyata menjadi pertemuan terakhir, sebelum aku sempat leburkan rinduku menatap indahnya dua bola matamu. Ah, itu kisah masa lalu yang seharusnya berlalu begitu saja tanpa perlu dibahas lebih panjang, kan???

Akhirnya, aku hanya ingin sampaikan padamu untuk yang terakhir kalinya bahwa; binalah kehidupan cintamu dengannya sebaik-baik seperti yang kalian pernah cita-citakan dalam prosesnya. Jaga komunikasi yang baik karena itu salah satu cara merawat kejujuran dalam cinta. Aku selalu doakan dirimu bahagia menjalani hidup bersamanya di dunia, hingga kalian dipertemukan kembali di syurgaNya. Amin.

Dengan penuh ketulusan tanpa ada dendam dan sakit hati,

Sang Mantanmu!

Memori Pilu Berpisah dengan Ulfa


“Sayang, jaga baik-baik kaset itu, ya? Cinta kita berawal dari sana,dalam lagu itulah kita ada. Dan hanya kita berdua yang bisa rasakan semua keindahanya. Salam cinta. -Ulfa.”

Singkat dan bermakna padat. Itu kesanku membaca tulisan Ulfa yang ditulisnya pada bagian dalam sampul kaset yang berisi lagu-lagu sebuah soundtrack Film India terkenal awal tahun 2000-an. Lagu-lagu itu memberikan semangat dan harapan bagi aku dan Ulfa. Impian untuk hidup bersama ketika hubungan cinta baru dimulai selalu indah dibayangkan semua pasangan. Ketika semua kebersamaan itu harus diakhiri sementara karena beberapa alasan penting sekalipun! Namun,cinta tak akan menjadi hambatan meskipun jarak yang memisahkan tak sanggup ditempuh dengan kekuatan fisik. Karena, kekuatan yang ditimbulkan oleh cinta begitu besar dan meyakinkan kepada pelakunya untuk terus bertahan dalam membina hubungaan hingga keduanya bersatu dalam bingkai bernama “rumah tangga”.

Begitulah gambaran yang kualami bersama Ulfa selusin tahun yang lalu. Lama!? Tentu! Dan semua seperti baru kualami seminggu yang lalu. Setidaknya, bagiku. Aku tak tahu apa yang dirasakan Ulfa sekarang. Dan aku tak pernah mau tahu. Sekarang bukanlah waktu yang pantas membahas banyak hal tentang masa lalu, ya?! Benar! Sungguh tak layak memperbincangkan kenangan-kenangan seindah apapun dengan mantan pacar yang rentang waktu kejadiannya mampu melahirkan jutaan generasi baru umat manusia berumur balita. Sangat tak patut mengungkapkan perasaan-perasaan masa lalu kita kepada siapapun. Dan ini bukanlah tujuanku; sama sekali bukan. Ibarat pepatah, “nasi telah menjadi bubur”. Untuk apa berkubang dalam pahitnya masa lalu dalam hubungan cinta, jika sekarang kita telah berumah tangga dengan orang yang cintai???

Memori pilu berpisah dengan Ulfa adalah serangkaian kisah masa lalu yang telah menjadi hal kecil yang berlalu terlalu jauh. Buku harian lama yang sudah dilenyapkan oleh ganasnya bencana perasaan bernama tsunami cinta tak lagi logis dibagi-bagikan kepada orang lain. Bukankah buku harian yang kini kita miliki sudah berisikan kisah-kisah baru yang “pasti” jauh lebih menarik? Dan itulah modal dasar menjalani masa depan. Bagiku, Ulfa telah menjadi orang lain. Belum pernah kunikmati tatapan dua bola mata indahnya sekalipun sejak berpisah dua belas tahun yang lalu. Pada hal, janji menjelang perpisahan adalah perkawinan! Terlalu sakit jika harus membayangkannya karena itulah hari terakhir bagi kami bertemu dalam status ‘dua orang yang sangat mencintai”.

Itukan dulu? Betul! Itu dulu! Dan sekarang, aku telah maafkan Ulfa setulus hatiku. Tak ada kebencian untuknya meskipun ketika kepiluan dengannya kurasakan, diriku sempat melakukan pelarian yang membingungkan kala itu. Ya, aku tak tahu dimana harus bersembunyi dari kejaran bayang-bayang Ulfa yang menurutku begitu menarik.

Ah, untuk apa menyemai kembali benih cinta masa lalu. Lebih baik kunikmati cinta yang kini kumiliki. Karena, aku paham pada sebuah ungkapan, yakni; “jika engkau tak dapati orang yang kamu cintai, maka cintailah orang yang kini bersamamu.”

Sekian!

Lupakanlah Kenangan Kita


Masa lalu adalah sesuatu yang telah berlalu. Banyak hal yang telah tercipta antara dua hati yang pernah bertautan. Aku mengerti sepenuhnya bahwa sungguh sulit melupakan semua kenangan yang sangat memikat itu. Namun, hari ini kita harus menatap masa depan masing-masing. Dan sejujurnya sangat berat melupakanmu. Tapi, aku harus lakukan itu, sayang?! Kita berdua tak seharusnya kembali mengenang masa yang telah berlalu. Biarlah semuanya menjadi sesuatu yang selalu terpatri dalam bingkai bernama kanangan lama. Kita sudah harus bergegas merajut keindahan dengan pasangan  kita masing-masing. Sekarang?!

Kepedihan dan hanya kepedihan yang akhirnya berujung keputusasaan dan depresi akan mengunjungi kita berdua bila terus saja memikirkan bagaimana semua kenangan itu kembali tercipta. Kuatkan dirimu sayangku. Tabahlah menjalani hari-harimu sekarang. Kita tak seharusnya terpenjara dalam sebuah keinginan yang tak layak, kan?!? Kita ingin ada di masa kini yang lebih indah meskipun kita tak lagi rasakan itu berdua. Sudah banyak hal yang kita lalui, dan kita harus merelakan kegagalan hubungan yang sekian lama kita rajut dengan banyak tantangan dan hambatan. Aku juga paham bahwa tak mudah menghilangkan begitu saja impian untuk bisa menghabiskan waktu berdua selama mungkin yang kita mau. Berat. Kita terlanjur mencoba menjadi satu. Tapi, kita harus melangkah ke depan untuk tiba pada tujuan hidup. Walaupun, kita akan rasakan itu dengan diamu dan diaku.

Hari ini, aku memanggilmu dengan “sayang” untuk kali terakhir.Mungkin, bila kita bertemu relakan dirimu menyebut namamu. Pahamilah bahwa aku harus selalu jujur pada diriku sendiri dalam menjalani hari-hari berumahtanggaku dengannya. Kamu juga akan demikian, ya??! Kamu pasti bisa! Doaku menyertaimu selalu, dan tolong doakan “kami” juga.

Sekali lagi kukatakan, lupakanlah kenangan kita.