Sudah Siapkah Kita Menghadapi Bencana? (Refleksi Sewindu Bencana Gempa & Tsunami Aceh)


 

Kesiapsiagaan menghadapi bencana adalah kalimat kunci yang harus dipahami oleh semua orang di Negara kita. Memahami sepenuhnya bahwa letak geografis wilayah kita berada pada jalur yang rawan terjadinya bencana. Sehingga, Pemerintah kita perlu menyusus sebuah strategi menghadapi bencana. Mempersiapkan masyarakat Indonesia mampu hidup berdampingan dengan bencana. Hal ini memang tidak semuadah membalikkan telapak tangan dan butuh waktu yang lama.

Tulisan ini lahir dari pemikiran penulis tentang bencana yang sering melanda sebagian besar wilayah Indonesia. Juga, penulis ingin merefleksi sejenak akan bencana besar yang pernah terjadi di wilayah Aceh khususnya; 8 (delapan) tahun silam!

Sebenarnya, musibah gempa bumi yang kuat sebesar 8,9 Skala Richter  yang disusul naiknya gelombang tinggi (baca;tsunami) memang tak dapat dicegah. Ini sama halnya dengan letusan gunung berapi, dan tentu saja berbeda dengan musibah banjir dan tanah longsor. Dari penyebab dab proses terjadinya saja sudah berbeda. Banjir terjadi karena pepohonan di tebang sesuka hati mafia kayu. Dan tanah longsor pun demikian. Ia melanda wilayah kita disebabkan oleh hal yang serupa; penebangan pohon-pohon di hutan tanpa memikirkan akibatnya adalah penyebab utamanya. Dua jenis bencana terakhir yang penulis sebutkan bisa dicegah terjadinya. Tentu saja, oknum masyarakat dan pemerintah perlu didewasakan akan akibat yang ditimbulkan oleh ulah mereka tersebut.

Lain halnya dengan bencana gempa bumi dan tsunami. Siapa yang mampu mencegah terjadinya? Adakah kekuatan yang bisa menghentikan pergerakan lempeng kerak bumi? Dan bila tsunami terjadi akibat gempa yang sangat kuat pastilah tak ada penahan ombak yang sanggup menahan ganas air laut. Disini peran kesiapsiagaan menghadapi gempa bumi yang berpotensi tsunami harus digalakkan.

Pemerintah Indonesia perlu meningkatkan lagi program Pengurangan Risiko Bencana (PRB) yang telah digalakkan selama ini. Keseriusan para pengambil kebijakan adalah hal yang mutlak dalam mempersiapkan masyarakat Indonesia yang siap hadapi bencana apapun yang datang tiba-tiba. Para pelajar harus diberi porsi mempelajari program tersebut. Pelajar yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) sekalipun harus diajarkan dasar-dasar menghadapi bencana yang akan bakal terjadi. Disini, semua Sekolah Dasar yang ada di Indonesia harus dijadikan Sekola  Siaga Bencana (SSB). Setidaknya bagi wilayah yang termasuk rawan bencana seperti Aceh, Yogyakarta, Jakarta, Bengkulu, dan beberapa wilayah lainnya di negera kita lebih diprioritaskan untuk dijalankan Program Pengurangan Risiko Bencana (PRB) tersebut.

Kesadaran masyarakat akan resiko bencana akan meningkat dengan sendirinya bila Pemerintah sendir terlebih dahulu sadar akan bahaya tersebut. Pemerintah harus punya kemauan politik yang kuat, tepat, dan tulus dalam mempersiapkan masyarakat Indonesia akrab dengan bencana. Kucuran dana yang memadai saja tidak akan cukup bagi program ini. Bahkan, Pemerintah kita masih menganggap masalah persiapan menghadapi bencana adalah bagian terkecil dari program membangun negara itu sendiri. Pemerintah harus serius akan masalah ini. Pembangunan apapun yang akan dijalankan harus mengikutkan program PRB.

Disinilah peran Badan Nasional Penanggulangan Bencana  (BNPB) Pusat meningkatkan koordinasinya dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Pemerintah yang baik pasti berkeinginan kuat mendidik rakyatnya mengerti akan resiko besar bila bencana datang tiba-tiba.

Musibah gempa bumi dan tsunami yang terjadi di Aceh adalah pelajaran berharga bagi kita semua. Banyak hal yang telah dan masih dapat dipelajari sebagai hikmah dari bencana besar tersebut. Meskipun, kita tak pernah ingin bencana kolosal yang merenggut hampir setengah juta penduduk Aceh itu kembali terulang. Cukup masyarakat Aceh saja yang telah rasakan ganasnya musibah tersebut. Semoga Pemerintah kita paham benar akan ancaman bencana yang terus melanda bangsa kita tercinta ini. Demi masa depan generasi kita yang sehat, bermartabat, dan hidup layak rasanya Pemerintah kita tak akan keberatan, bukan?

Akhirnya kita semua mengharapkan demikian. Kita berharap pada Pemerintah kita lewat para pemimpin yang telah kita percaya menjadi imam bagi bangsa kita tercinta. Semoga kita siap, ya?

Aceh Masih Butuh Program Pengurangan Resiko Bencana (PRB)


Tekad Pemerintah Aceh yang baru dalam menyikapi isu bencana di propinsi paling ujung pulau Sumatera ini layak diapreasikan. Hal ini terlihat dari keseriusan dr. Zaini Abdullah selaku Kepala Pemerintah Aceh ketika berdelegasi ke Kantor Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan menyampaikan rencanya kepada Kepala BNPB Bapak Syamsul Ma’arif. Kini masyarakat Aceh tahu rencana bijak pemimpin mereka sebagaimana dirilis oleh Harian Serambi Indonesia pada edisi 02 Agustus 2012 yang lalu. Doto Zaini, begitu nama populer mantan petinggi Gerakan Aceh Merdeka (GAM) itu disebut, memberikan pernyataan menarik bahwa Aceh adalah salah satu kawasan yang berada dalam wilayah bencana. “Karena itu resiko bencana telah menjadi kebijakan pembangunan Aceh.” Begitulah kata-kata beliau sebagai rencana bagi masyarakat yang hidup di bumi serambi mekah ini.

Terlepas dari uraian di atas, kami melihat bahwa pendapat Doto Zaini itu layak didukung dan didorong agar terlaksana secepatnya. Aceh sedang mengalami sebuah era yang sungguh memperihatinkan. Tingkat kerusakan lingkungan yang tinggi dengan hutannya yang telah mengalami degradasi begitu besar. Luas area hutan Aceh telah digerogoti kelompok orang-orang yang tak bertanggung jawab. Hutan yang seyogyanya adalah warisan masa depan bagi generasi Aceh yang harus diselematkan oleh Pemerintah Aceh, bukan malah didukung untuk dimusnahkan!

Bila Pemerintah Aceh sekarang terlambat bergerak mengantisipasi kerusakan lingkungan itu, maka bencana ekologi akan menyerang Aceh habis-habisan. Sekarang, kita dikepung dari berbagai penjuru oleh bakal bencana yang terjadi karena ulah kita sendiri. Belum lagi bila kita bicara masalah Gempa Bumi yang begitu akrab dengan daerah kita. Sungguh sebuah petaka besar yang tak terbayangkan akibatnya akan terjadi bila sistem Pemerintah Aceh yang baru itu jelek dan tidak berfungsi maksimal.

Jika ditelusuri lebih jauh pada kondisi alam Aceh sekarang, kami rasa tulisan ini bukanlah sekedar menakut-nakuti masyarakat Aceh. Tapi, lihatlah dengan mata terbuka dan tuluslah member penilaian. Apa yang didapatkan Aceh setelah 2 (dua) program Pemerintah Aceh yang dulu yakni Moraritorium Logging dan Aceh Green diimplementasikan? Adakah pelajaran positif dari kedua mega program yang terkesan “mercu suar” tersebut? Buktinya, kita masih bicara belum adanya langkah strategis dari Pemerintah Aceh terkait kesiapan menghadapi bencana.

Pengurangan Risiko Bencana adalah Tanggung Jawab Pemerintah

Pemerintah Aceh perlu diberi penyadaran bahwa penanggulangan resiko bencana itu menjadi bagian penting untuk membangun Aceh ke depan. Hal itu adalah sebuah bentuk komitmen dari Pemerintah Aceh terhadap Resolusi PBB No.63/1999 yang ditindaklanjuti dengan “Hyogo Framework for Action dan Beijing Action”.

Paradigma Pemerintah harus diubah dalam proses penanganan bencana Alam yang terjadi ke depan. Kita tidak ingin Pemerintah Aceh masih mengedepankan pola responsive belaka dalam menangani bencana yang masih berpotensi mengancam kelangsungan hidup masyarakat Aceh. Kita ingin mendorong lebih jauh agar Para pengambil kebijakan di Aceh menempatkan isu pengurangan resiko bencana menjadi suatu kegiatan yang bersifat preventif, sehingga bencana alam itu selain mungkin dapat dicegah atau diminimalkan (mitigasi), juga risikonya dapat dikurangi atau malah ditiadakan sama sekali.

Pemerintah Aceh harus segera menyusun dan menerapkan sebuah Rencana Aksi Daerah dari tingkat provinsi hingga ke tingkat kabupaten/kota. Langkah ini menjadi darurat karena dampak dari setiap bencana yang terjadi begitu besar. Materi dan korban jiwa yang begitu banyak akan kita hadapi sebagai bentuk resiko dari bencana itu sendiri. Kita tak boleh mengulang kesalahan yang sama dalam manangani bencana yang terjadi di Aceh. Ketimbang menghabiskan banyak uang untuk hal-hal yang tidak begitu penting, rasanya anggaran untuk pengurangan resiko bencana di Aceh pun perlu diperbesar. Perlengkapan atau stok barang untuk hadapi bencana perlu menjadi perhatian besar Pemerintah Aceh ke depan.

Aceh sudah begitu dimanjakan oleh banyak bantuan luar yang ujung-ujungnya tak dapat kita manfaatkan dengan baik. Kita juga tak ingin disebut sebagai propinsi yang gagal tangani bencana. Pada hal, begitu banyak uang dihabiskan di Aceh paska terjadinya Gempa Bumi pada Desember 2004 yang disusul oleh naiknya air laut yang maha dahsyat kekuatannya. Dan Aceh pun punya sejarah baru dalam memperkaya kaidah bahasa di Negeri ini yaitu sumbangan untuk kata “Tsunami”. Apakah cukup dengan satu kata itu?

Kita harus buktikan pada dunia luar bahwa tidak ada sia-sia bantuan yang mereka berikan untuk Aceh. Berbagai penghargaan kita raih terkait penanganan resiko bencana. Pertanyaannya, apakah ini sebuah kesempurnaan bagi Aceh yang selalu siap berteman dengan bencana?

Pentingnya Integrasi Pengurangan Resiko Bencana (PRB) dalam Kegiatan Pembangunan

Kondisi geografis wilayah kita yang terletak di antara lempeng tektonis Euro- Asia dan Australia-India dan adanya pihak-pihak atau kelompok orang yang mencari keuntungan besar dari penebangan hutan dengan cara-cara yang kejam menempatkan daerah Aceh sebagai salah satu daerah rawan bencana di Indonesia. Pemerintah Aceh masih memeiliki kewajiban mendidik masyarakatnya agar paham terhadap resiko bencana yang kini mengancam lingkungan tempat tinggalnya. Masyarakat harus diajarkan bagaimana menghadapi bencana alam yang terjadi seperti gempa bumi, tsunami, banjir, tanah longsor, puting beliung, dan sebagainya.

Kita patut tidak melupakan bahwa bencana alam adalah konsekuensi dari kombinasi aktivitas alami dari semua proses bencana alam yang terjadi dan juga oleh ulah tangan nakal saudara-saudara kita sendiri. Pemerintah yang bijak akan selalu mengerti apa yang terbaik untuk masyarakat yang dipimpinnya. Membangun jalur evakuasi dan memastikan adanya tempat-tempat penampungan untuk pengungsi adalah bagian dari memberdayakan masyarakat tentang isu bencana.

 

Oleh karena itu, sebuah manajemen keadaan darurat haruslah dibangun oleh Pemerintah Aceh yang baru untuk meminimalisir efek bencana berupa kerugian dalam bidang keuangan dan struktural, bahkan sampai memakan korban jiwa yang banyak dari kalangan masyarakat Aceh. Bukankah pencegahan itu lebih baik dari pada mengobati?

Pengalaman penulis mengikuti banyak workshop seputar isu pengurangan resiko bencana baik di dalam dan luar Aceh memberi kesan bahwa Aceh belum memiliki kesiapan menghadapi bencana besar di masa yang akan datang. Aceh masih belum memiliki satu langkah strategis yang akan diterapkan bila bencana besar tiba-tiba saja terjadi di Aceh. Hal ini semakin diperparah bila Pemerintah Aceh yang baru tidak memiliki kesadaran dan kepekaan tinggi terhadap resiko dari banyak bencana yang akan melanda Aceh.

Pemerintah Aceh harus segera melakukan rapat kordinasi besar dengan semua perangkat kerja daerah terkait ketidaksiapan Aceh hadapi bencana di masa yang akan datang. Langkah mengintegrasikan pengurangan resiko bencana (PRB) dalam setiap kegiatan pembangunan wajib disusun konsepnya untuk segera diimplementasikan. Ini akan menjadi bentuk realisasi dari apa yang diperbincangkan dr. Zaini Abdullah dalam pertemuannya dengan kepala BNPB di Jakarta pada awal Agustus yang lalu.

Dampak pembangunan yang tidak ramah lingkungan akan mengakibatkan bencana alam. Contoh kecilnya adalah bila saluran air di kota Banda Aceh tidak berfungsi dengan baik, apa yang akan terjadi? Pasti, banjir akan datang menghampiri masyarakat yang bermukim di Ibukota Propinsi Aceh tersebut bila hujan dengan intensitas tinggi turun dalam hitungan hari saja. Dan bila Pemerintah Aceh paham akibat yang ditimbulkan oleh pembangunan yang tidak mengikuti kaidah pengurangan resiko bencana, maka Aceh telah alami sebuah proses dengan nama “Aceh akan naik kelas.” Allaahu a’lam bis-shawaab.

Bakal Bencana Kolosal Aceh Itu Bernama; Ladia Galaska!


Miris! Itu kesan penulis membaca Harian Serambi Indonesia edisi Sabtu (04/08/2012) tentang Mahkamah Agung (MA) tolak Peninjauan Kembali (PK) Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) Aceh terhadap proyek pembangunan proyek jalan Ladia Galaska (Lautan Hindia, Gayo Alas, dan Selat Malaka) yang dilaksanakan Pemerintah Aceh sejak 2002-2007. Menjadi tanda tanya besar pada keputusan MA tersebut adalah sejauh mana mereka tahu bahwa proyek itu tidak melanggar analisis dampak lingkungan (AMDAL), sementara jelas sekali sebelumnya WALHI Aceh menemukan bukti-bukti baru (novum) atas kerusakan lingkungan akibat proyek pembangunan jalan Ladia Galaska di Aceh yang melalui kawasan hutan lindung itu?

Terlepas dari niat baik Pemerintah Aceh untuk tingkatkan kesejahteraan masyarakat Aceh yang tinggal di kawasan Barat-Selatan-Tengah itu, sepertinya rencana membuka ruas jalan Ladia Galaska pantas disebut sebagai kado pertama Pemerintah Aceh yang baru. Proyek yang hubungkan antara lintas timur dan lintas barat Aceh sepanjang 470 kilometer dengan menembus kawasan dataran tinggi Leuser pasti akan berdampak besar bagi kerusakan ekosistem disana. Sadarkah Pasangan dr.Zaini Abdullah dan Muzakir Manaf akan dampak tersebut? Mengertikah mereka dan para legislatif Aceh bahwa proyek tersebut dapat merusak kawasan hutan lindung dan konservasi, termasuk Taman Nasional Gunung Leuser yang merupakan habitat jutaan spesies langka yang tidak bisa ditemukan di belahan mana pun di jagat raya ini?

Dua pertanyaan di atas adalah bukti kuat untuk Mahkamah Agung Negeri ini tidak memenangkan Pemerintah Aceh. Sehingga MA tidak membuat Pemerintah Aceh senang bukan kepalang. Jangan-jangan, mereka akan rayakan keputusan MA tersebut dalam acara buka puasa bersama dengan anggota Legislatif Aceh. Sementara generasi Aceh yang terancam masa depannya itu hanya dihadiahi wajah bermuram durja. Ini tak bisa dibiarkan! Masyarakat Aceh tak boleh tinggal diam terima keputusan itu begitu saja. Alasan peningkatan ekonomi masyarakat hanyalah pameo mereka saja. Ini adalah lahan empuk bagi para pejabat di Aceh nikmati hasil (baca; kecipratan) persen proyek Lagia Galaska. Ini bukan berburuk sangka apalagi berpikiran negatif. Banyak kasus korupsi berawal dari kebijakan salah pihak Eksekutif dan Legislatif dalam sikapi isu pembangunan.

Kembali kepada keputusan MA yang menolak PK WALHI Aceh terkait pembngunan jalan Ladi Galaska dengan alasan tak ada pelanggaran Amdal. Ini adalah keputusan yang bersifat destruktif! Unsur pengurangan resiko bencana (preparedness) pun tidak dijelaskan sedikitpun sebagai dasar yang menggarisbawahi (penyerta) keputusan ini. Pada hal, dr.Zaini Abdullah baru-baru ini mengeluarkan pendapat saat bertemu pihak Badan Nasional Penangulangan Bencana (BNPB) di Jakarta, bahwa dalam setiap pembangunan Aceh ke depan akan diikutkan isu pengurangan resiko bencana. Aceh tak boleh dipimpin “seolah-olah” akan serius, dan tujuannya bagus ke depan. Jangan ada kesan kepemimpinan Aceh ke depan hanya “interpretasi” dari pemimpin yang “jago olah”.

Lagi-lagi, banyak pertanyaan bisa diajukan pada Mahkamah Agung. Apakah pihak MA Republik Indonesia itu pahami benar apa itu AMDAL? Sudahkah merek apelajari akibat-akibat yang ditimbulkan proyek bernama Ladia Galaska? Sebuah bukti baru yang malah begitu kuat muncul adalah MA punya peran besar menyuburkan buruknya sistem negara ini yang melahirkan banyak kebijakan yang tidak prnah pro-rakyat!

Kesadaran para pengambil kebijakan tentang banyaknya bencana alam yang terjadi di Aceh sudah mencapai tingkat yang sangat memperihatinkan. Harusnya, Aceh sudah layak diterapkan daerah “darurat ekologis”. Bukan malah digiring ke arah persiapan menghadapi bencana besar dalam mega proyek Ladia Galaska itu. Bencana seperti banjir bandang akibat penebangan hutan yang sembarangan sudah sering kita alami. Dan kejadian itu telah memakan korban manusia dan materil yang tidak sedikit. Banyak penduduk desa yang tinggal di dekat sungai dan di pinggiran hutan merasakan ganasnya bencana itu. Bahkan, banjir bandang sudah menjadi seperti sebuah agenda tahunan di daerah ini. Tidakkah MA sadar? Apakah Pemerintah Aceh tak pernah mau belajar dari kejadian yang menimpa daerah Tangse, Kuala Simpang, lintasan Bireuen-Takengon, daerah Pantai Barat Selatan, dan beberapa daerah lain?

Penulis hanya ingin ingatkan para pihak yang meloncat gembira karena putusan MA terhadap kelanjutan proyek Ladia Galaska. Bahwasanya, pembangunan ruas jalan tersebut pasti menyebabkan banyak kayu-kayu ditebang. Dan dengan alasan kepentingan pembangunan dan kesejahteraan masyarakata Aceh, para cukong kayu dan oknum-oknum terkait punya permainan baru selama proyek itu dijalankan. Kemana terapan banyak aturan yang sudah dibuat oleh Pemerintah pusat dalam Undang Nomor 11/2006 tentang Pemerintahan Aceh pada Pasal 150, dan Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2006 tentang Penataan Ruang yang diturunkan dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 26 Tahun 2007 tentang RTRWN yang mengatur kegiatan dalam KSN berstatus lindung itu? Tidakkah diterapkan sama sekali? Ini yang harus diperhatikan oleh Pemerintah Aceh lewat instansi terkait mereka.

Seharusnya, peraturan-peraturan tersebut dapat menjadi payung hukum bagi masyarakat Aceh pemukiman untuk menuntut para pengambil kebijakan di Aceh atas keputusan mereka meneruskan proyek jalan Ladia Galaska. Bukankah penebangan pohon di Hutan Lindung Burlintang, Hutan Lindung Singgahmata Gayo, Kawasan Ekosistem Leuser, dan dua bagian lainnya sudah jelas-jelas merusak ekosistem yang ada di dalamnya? Apa Mahkamah Agung dan Pemerintah Aceh memahami dengan baik masalah ini?

Dampak negatif dari pembangunan jalan Ladia Galaska terhadap kualitas kehidupan sosial masyarakat Aceh ke depan itu sangat besar. Kehadiran bangunan-bangunan baru di sepanjang ruas jalan tersebut akan menjadikan banyak petaka. Tak akan pernah ada jaminan kayu-kayu akan banyak diloloskan oleh para penebang liar melalui jalan tersebut. Ancaman terhadap kelangsungan ekosistem hutan di daerah tersebut sungguh tak ada dalam pemikiran MA dan Pemerintah Aceh. Sungguh memilukan!

Sampai kapan rakyat Aceh dijadikan tumbal dari keputusan arogan yang dibuat oleh Para pemimpinnya? Sampai rakyat Aceh rasakan bencana maha dahsyat seperti Tsunami 7 (tujuh) tahun silam?

Sekali lagi, Pemerintah Aceh yang sekarang harus memperlihatkan keseriusan mereka untuk lebih komit terhadap isu kerusakan lingkungan akibat dari sebuah proses pembangunan. Hal ini mejadi begitu penting mengingat masa depan generasi muda Aceh dipertaruhkan kelangsungan hidupnya dari baik buruknya sebuah kebijaksanaan di bidang lingkungan hidup. Apalagi, hutan, pegunungan, sungai, dan lautan adalah sumber kehidupan yang besar apabila dipelihara dengan baik dan diikat dengan peraturan yang bijaksana tata pengelolaannya.

Bencana alam yang selalu datang mengancam akibat dari sebuah pembangunan yang mengabaikan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) akan berdampak buruk bagi kelangsungan hidup masyarakat. Alasan percepatan pertumbuhan ekonomi masyarakat pedalaman seharusnya tidak dijadikan alat politik meraup banyak keuntungan untuk pribadi dan kelompok partai penguasa. Pemerintah Aceh yang baru harus melakukan upaya-upaya penyelamatan lingkungan, bukan sebaliknya menjadi katalisator bagi suburnya kerusakan lingkungan di daerah Aceh.

Pemerintah Aceh yang baru tak boleh ingkari janji-janji mereka dalam kampanye beberapa bulan yang lalu. Bukankah, mereka meminta masyarakat memilih mereka bila ingin lingkungan hidup di Aceh menjadi baik? Apa perbedaan pemerintah Aceh yang dulu dengan sekarang bila hutan dihancurkan demi alasan pembangunan?

Dukungan untuk menjadikan Aceh ada dalam kondisi darurat ekologi karena banyaknya bencana alam yang telah terjadi setiap tahun dalam beberapa tahun terakhir, adalah sesuatu yang mutlak dilakukan oleh Pemerintah Aceh yang baru. Pemimpin Aceh yang menang lewat Partai Aceh itu harusnya mengerti benar bahwa angka kerusakan hutan di Aceh setiap tahun terus saja mengalami pengurangan luas yang mencapai kurang lebih 20.796 hektare akibat pembalakan liar. Pencegahan terhadap kerusakan lingkungan harusnya diupayakan oleh Pemerintah yang baru tersebut. Mereka seharusnya tidak menerima putusan MA bernomor 730 PK/Pdt/2011 itu. Apa yang akan terjadi pada hutan Aceh 10 tahun ke depan jika Pemerintah Aceh tidak berbuat apa-apa untuk menghambat laju kerusakan hutan di wilayahnya? Apakah mereka mengerti ini?

Akhirnya, penulis ingin simpulkan bahwa pembangunan ruas jalan Ladia Galaska itu semakin memperparah kerusakan hutan di Aceh. Dan Mahkamah Agung kita sama sekali tidak tahu karena tak pernah mau tahu akan hal itu. Pemerintahan Aceh yang baru di tangan dr. Zaini dan Bapak Muzakir Manaf tak pernah ingin menyadari bahwa proyek jalan Ladia Galaska itu akan menjadi monster besar terjadinya bencana ekologi di Aceh ke depan. Diteruskannya pembangunan proyek jalan tersebut sesungguhnya akan menjadi calon kuat terjadinya bencana kolosal di di Aceh. Semoga, Pemerintah Aceh dan instansi terkait lainnya yang sudah terlanjur euforia terhadap putusan MA itu dapat menyadari bahwa Aceh sudah memasuki darurat Ekologis. Semoga!

Bencana Aceh Masa Depan itu Bernama Ladiagalaska


Rencana dibukanya ruas jalan #Ladiagalaska adalah kado pertama Pemerintah #Aceh yg baru. Inilah ancaman kerusakan ekosistem hutan terbesar!

Keputusan MA kemarin di Jakarta membuat pihak Pemerintah #Aceh senang bkn kepalang. Sementara rekan2 saya dari #WALHIAceh bermuram durja.

Ya,MA menolak PK #WALHIAceh trkait pembngunan jalan #Ladiagalaska dgn alasan tak ada pelanggaran Amdal.Sungguh sebuah keputusan yg merusak!

Apakah pihak Mahkamah Agung Republik Indonesia ini tahu apa itu AMDAL? Sudahkah mrk pelajari akibat2 yg ditimbulkan proyek #ladiagalaska?

Pengajuan Kembali (PK) dari #WalhiAceh terhdp proyek jalan #ladiagalaska yg dikerjakan sejak thn 2002-07 itu menjadi bukti kuat bhw sistem negera ini tdk prnah pro-rakyat!

Sampai kapan rakyat menjadi tumbal dari keputusan arogan yg dibuat oleh Para pemimpinnya? Hingga nanti..hingga kita semua mati?? #Aceh

Hutan #Aceh nyaris punah oleh pembalakan liar bertahun2. Kini,proyek jlaan #ladiagalaska itu semakin memperparah kerusakan hutan di Aceh. Apakah MA tahu hal itu?

Dukungan kpd Pemerintahan #Aceh yg baru tlh diberikan maksimal oleh byk pihak. Ide2 positif yg bertujuan mensejahterakan seluruh masyarakt pun tlh byk mereka umbar dlam kampanye.

Tetapi, mengapa pasangan #Zikir msh blm tahu bhw proyek #ladiagalaskan itu akan jadi monster besar terjadinya bencana ekologi di #Aceh?

Pada hal, Aceh sdh harus diterapkan #DaruratEkologis. Pemerintah #Aceh hrs tahu hal ini,bkn malah gembira sambut putusan MA kemarin! Hmm..entahlah..!

#Sumber berita dari http://aceh.tribunnews.com/2012/08/04/ladia-galaska-tak-langgar-amdal

Kata Hatiku 3


Jika ada segelintir org Aceh di Luar Negeri yg msh klaim bhw mereka adalah kelompok Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yg ingin/akan merdekakan Aceh dlm waktu dekat, mana mereka? Siapa sih mereka? Berani pulang ke Aceh sekarang? Apa kegiatan mereka di Luar Negeri sana? Apakah dunia akui keberadaan mereka seperti dunia akui Aceh Sumatra Merdeka (baca;bukan GAM) yg dideklarasikan Alm.DR.Hasan di TIRO? Dan apakah rakyat Aceh yg sekarang tinggal di Aceh yg ingin hidup dalam damai dan nyaman jalan aktivitas bersedia memberikan dukungan pd kelompok “itu”?

Sudah tak cukupkah konflik yg mendera Bumoe Hasan Tiro ini selama puluhan tahun? Mengapa ada sekelompok orang yg katanya “hebat”, “berani”, “konsisten” dan “loyal” pd perjuangan mengantarkan Aceh ke tangga liberti itu berkoar2 di Luar Negeri? Tak cukupkah org Aceh dihembuskan “angin syurga” masa lalu? Apakah saya percaya dan yakin pd kelompok “itu” dan percaya pd “org2” di dalamnya??? Saya jawab dgn berani dan tegas; TIDAK.!!!! Wong rukun iman itu cuma 6 dalam keyakinan saya, mosok percaya ama calon pembuat onar itu!

We must care and support for children with disabilities in #Aceh Province, #Indoensia.
“The rights of students with disabilities to be educated in their local mainstream school is becoming more and more accepted in most countries and many reforms are being put in place to achieve this goal. Further, there is no reason to segregate disabled students in public education systems. Instead education systems need to be reconsidered to meet the needs of all students.”-(Organisation for Economic Co-operation and Development, OECD, 1999) Cc: @YRDPIAceh @UNICEF @WHO The Centre for Studies on Inclusive Eduacation (CSIE)>>>#WordlWideMOVEMENT

Salah satu Resep agar hidup selalu nyaman adalah berdamai dengan diri sendiri. Lalu, berpikirlah positif setiap saat untuk lingkungan sosial Anda. Hindari membuat pernyataan2 negatif; sebisa mungkin harus dihindari. Jangan lupa, kita harus bertawakkal kepadaNya agar jiwa menjadi bersih dan selalu damai dalam bimbinganNya. Mari kita berpikir Positif, dan jangan memulai pergunjingan. Salam damai penuh cinta. #ForMySelfnFrens

“Semoga kematian itu tak datang begitu cepat,karena taubatku masih belum sedang kulakukan dgn benar/tulus/bahkan tak ada bernilai sama sekali.Selamat tunaikan ibadah puasa,doakan saya selamat..Andai saya meninggal dunia hari ini…maafkan segala kilaf/salah saya.Doakan saya tenang di sisiNya..”

Khusus buat kaum pria; Hindari keluar rumah menjelang berbuka utk alasan cuci mata, dikhawatirkan “berdiri buah2” maka dari itu puasa pun batal dengan sendirinya. Demkian sahihnya! #SelamatMasak buat para Ibu2..yg uenak ya?

Jaga warasmu…tak perlu kau remukkan….i always love u. Jgn hukum dirimu sendiri,kau tlah jaga aku dg hatimu…makasih ya? mat buka puasa bersamanya. #IniFIKSI

Persahabatan sejati antara pria dan wanita adalah ketika keduanya mampu utk saling memberi dan menerima..tanpa ada rasa ingin saling memiliki.

Lebih baik punya teman 10 orang tapi mereka mengenal Anda dengan baik: mengerti apa yg sedang Anda rasakan dan alami.Begitu juga sebaliknya (#AgnesMonica).Anda mengerti apa yg sedang mereka rasakan.

Memikiliki banyak teman tapi tak ada yg mau mengerti Anda,utk apa? Mungkin begini, mereka org2 yg kita kenal;bukan teman!!! #SelamatBerbukaPuasa

Masih byk keluarga Di Aceh yg tidak mampu membeli “daging” di hari Meugang menyambut puasa.Hal ini miris! Karena, meugang di Aceh harus ada daging! Gimana pun diusahakan utk itu,tapi bila sudah tak sanggup beli juga seperti mrk??? Berarti,tingkat perkembangan ekonomi di Aceh sangat buruk…buruk sekali!

Dan kami tahu persis gimana rasanya anak2 yg makan siang tanpa daging.Karena mrk tahu teman2ny

a makan siang dengan daging yg dimasak/digoreng Ibu mrk. Bila tak ada daging, pasti anak2 itu bertanya pd ibu mrk, “mak…tanyoe hana ungkot sie agoe mak? (Ibu,kok kita gak makan daging..?..) Pasti si ibu tak bisa menjawab, karena yg ada hanyalah 2 butir “telur asin” yg direbus, plus 1 telur ayam yg digoreng menjadi telur dadar yg dipotong 4..!
Selamat puasa.
Wajah Media pun berubah seiring Ramadhan mendekat.Televisi yg biasanya tampil bahenol telah persiapkan tampilan yg anggun, sopan, dan elegan.Penuh hikmah menuju sandaran vertikal.Ini runitas tahunan, ya? Dan apa kabar dgn Lembaran Koran dan tabloid? Pekerja media cetak tersebut pasti tak mau ketinggalan. itu sudah pasti! Mereka telah awali semuanya dengan jadwal Imsakiah Ramadhan. Terimakasih. Semoga Media2 terebut tulus,tanpa bermaksud menjual ayat2 suci.

Selamat Ramadhan. Maafkan segala salah dan khilaf saya.Kesalahan dan kesilapan puan2 telah lebih dulu saya maafkan. Berpuasalah dengan tulus dilandasi hati yg bersih.Percayalah, hikmah Ramadhan sangat besar. Demikian. Salam.

Aku ingin bahagiakan km…ingin banget lihat sorot matamu ceria..dan gak ada beban…tunggu sampai aku datang,ya?… #iloveu
Sahabat sejati tdk bisa ditukarkan dengan apapun! Termasuk dengan Politik! Meskipun dlm proses politik itu berlaku;yg jauh ayo mendekat,yg dulunya dekat jangan coba2 merapat! #aslibukanfiksi
Prosesi Anemisme menjelang bulan suci Ramadhan selalu trend di Negeri Syariat!

[Renungan Menjelang Ramadhan] Semoga Engkau Bahagia di Tempatmu, Ayahku


 

1342641460872220887

#Kopassus, ya pasukan khusus Negara ini menghilangkan Ayah saya pd tgl 14 Mei 1991.Semoga Ayah saya tenang disisiNya bila tlh dibunuh mrk. Dan Keluarga pasukan khusus itu kami doakan hidup tenang dan sejahtera. Kami tidak dendam,kami maafkan kalian.

Bila bulan suci tiba,sama seprti waktu msh duduk di bangku SMP.Selalu tlintas prtanyaan ketika teman2 ke keburan.>Dimana kuburan Ayah kami?

Teman2 brsihkan kuburan Ayah/Ibu mrk.Dan tangisan sambil Yasinan bgt mengharaukan. Dan saya? Apa yg bisa saya lakukan? Saya juga brdoa.

#Doa‬ saya>>Tuhanku,Jika Ayah saya msh ada,berikan keselamatan dan kesehatan baginya.

#Doa‬ saya, bila Ayah saya telah tiada,berilah tempat terindah disisiMu Tuhanku. Itu yg saya selalu lakukan menjelang bulan Puasa tiba.

Sedih tanpa Ayah sejak kecil,tak tahu dimna jasad beliau,sdh 21thn lebih.Saya hadapi dgn yakin bhw Tuhan lindungi beliau dlm keadaan apapun!

Ayah kami yg diculik oleh pasukan khusus Negera ini thn 1991,ktika Daerah Operasi Militer (DOM) dibrlakukan di ‪#Aceh‬,tak membuat saya dendam.

Utk apa saya dendam? Ibu saya ajarkan>–jgn prnah dendam bila km inginkan Ayahmu ada di Syurga. Tak baik menyimpan dendam,km hrs tegar!

Saya sdh terbiasa lalui kesedihan dlm hidup.Hidup bersama ibu saya dan 2 adik trcinta sejak 21 thn yg lalu..tanpa Ayah yg diculik ‪#kopassus‬.

Saya rindu sekali ingin lihat wajah Ayah saya,ingin saya dengar kata2 bijaknaya.Namun,Ayah saya tak prnah dikembalikan mrk (baca;Kopassus)

Air mata? Kami selalu menangis bila rindu pd Ayah kami.Tangisan itu adalah doa yg akan sampai pd Ayah kami.Tak ada dendam dan sakit hati.

Dan justru Ibu saya ajarkan kpd kami dari dulu>–Doakan juga keluarga ‪#kopassus‬ yg hilangkan Ayah kalian itu,diberikan rahmat oleh Tuhan!

I love My Mom.Beliau hidupi kami sndirian,tanpa keluhan! Ibu saya tak prnah ajarkan utk dendam pd ‪#kopassus‬ yg culik ayah kami.‪#iloveuMom

Bagaimana perasaan saya ktika ditanya ama rekan2 sekelas (SMP/SMA), “Ayahmu kerja dimana?” Ibu saya ajarkan saya jawaban>–Beliau sdh tiada!

Teman2 selalu ingin lihat kuburan Ayah saya. Mrk tak percaya pd apa yg saya katakan,Sampai akhirnya mrk tahu,Ayah saya diculik ‪#kopassus

Dan seketika sejak hari itu,saya dikucilkan. Mrk takut punya teman yg Ayahnya seorg donatur trbesar dlm sejarah ‪#Aceh‬ Merdeka!

Saya dan 2 adik saya lalui semua hinaan dan makian dgn senyuman,tak prnah kami ceritakan ama Ibu kami..beliau psti menangis bila tahu itu.

Sumber: @ArbiSyach

Kata Hatiku (2)


Sejarah kehidupan beragama di Aceh sangat baik! Tak pernah ada perselisihan antar penganut Agama di tanah paling ujung Sumatra tersebut. Lalu, hari ini, sebuah gereja berbentuk rumah toko diamuk warga di Banda Aceh. Peristiwa ini terjadi pada 17 Juni 2012 pukul 10.45 WIB di Jln H.T. Daudsyah No. 47 Kecamatan Kuta Alam Peunayong Banda Aceh. Pertanyaannya, siapa dalang yg sedang berusaha menggiring Aceh menjadi Ambom kedua di Indonesia sekarang? Rakyat Aceh telah dijebak oleh hegemoni kelompok Islam radikal! Aslinya Aceh adalah dihuni umat Muslim yg begitu menghormati perbedaan dalam beragama. Kini, pemerintah Aceh terutama jajaran Muspidanya harus berani membuat klaim bhw FPI berada dibalik kerusuhan Aceh, Dan jika FPI terus bermain api di wilayah Aceh,sekiranya masyarakat hrs bertindak cepat mengusir FPI dari Aceh! Utk apa FPI membuat onar di Aceh? Apakah ada upaya penghilangan sebuah isu penting disini,ataukah ini sebuah cara membawa Aceh merasakan konflik baru berkepanjangan yg dilatarbelakangi intoleransi beragama???

Oh ya,meski kau tak lagi disini.Dan tak mungkin kupaksakan dirimu kembali,krn aku tak punya kekuatan menghidupkan dirimu seperti dulu. Aku ingin ada di salah satu kuburan massal itu sampaikan padamu bhw kesedihanku pd byk air mata yg kau keluarkan di mlam2 terakhir kita bertemu.Sebelum kita berpisah! Aku ingin katakan pdmu,diatas pusara kuburan yg byk dikunjungi org lain itu.Aku bangga pernah menatap wajah cantikmu dgn 2mata terindah yg pernah kulihat. Aku tak pernah menolak andai kau datang dlm mimpiku dan meminta ikut bersamamu kesana. Ke tempat dimana kini kau berada. Apakah kau kesepian disana? Katakan!

HARI itu langit berubah merah padam. Dan matamu yg telah dipenuhi butiran air mata menatapku penuh harap. “Jangan pergi..kita tak akan pernah bisa bertemu lagi setelah kau kembali”. Kalimat terakhirmu yg masih kuingat. Kamu benar. Perpisahan 12 tahun yg lalu menjadi hari terakhir utk hubungan kita. Dan cinta kita pun luluh-lantak tanpa bentuk seperti rumah2 dipinggir pantai yg dihantam ganasnya gelombang besar bernama tsunami. Ya. Tsunami cinta. #KenanganMemikat

 

Kata Hatiku (1)


Kebijakan pribadi itu penting dibuat ketika mereka yg paling kita sayangi telah hilang,lenyap, dan pergi tanpa jejak dlm diri kita.Mereka menjauh ketika kita begitu menginginkannya.Rasanya? Bagai terhujam dalam nestapa?!? Akan tetapi,hidup adalah hidup. Keunikan2 baru akan bermunculan;kapanpun! Anda hrs selalu siap terima bila “mereka” datang, dan pastikan bhw Anda benar2 rela bila “mereka” telah pergi dari kehidupan Anda. Meskipun, Anda baru sadar sepenuhnya bhw “mereka” telah lama tdk bersama Anda!#EdisiSetengahGalau

Beradaptasi dgn kesepian dan membiasakan diri terbiasa dgn kesendirian itu bukanlah hal yg asyik. Jauh dari kata nikmat sama sekeli. Hari2 hanya diisi kerinduan dan kerinduan. Ini wajar krn tahap awal perpisahan itu memang demikian!

Semua disebabkan oelh kesan2 yg tercipta begitu mendalam dan memikat saat Anda dan “sesuatu” itu pernah bersama. Percaya dan yakinlah bhw Tuhan ciptakan keseimbangan dalah hidup kita. Ada banyak hal indah yang masih akan terjadi dalam hidup dan kehidupan kita ke depan.

Tetap semangat, dan salam penuh cinta! #edisiKurangTidur

Kehidupan sementara di dunia itu memang butuh perjuangan tanpa kenal lelah;setiap hari! Dan kita harus rela kapanpun hal terindah yg brnama “kematian” datang.Itulah yg hakiki! #bukanFIKSI

Melalui malam Jum’at sendirian itu sudah biasa,emangnya mau lewati malam dengan apa? Selamat tidur aja buat fesbukers tercinta..salam rindu. #BukanFiksi

Hasrat itu sebenarnya gak bisa dipendam2..palagi ditahan2,harusnya dilepaskan saja biar nikmat..!

Tak bisa berpindah ke lain hati..tak juga ke lain body! #IMissU

cinta itu bkn hanya urusan selera;pengen cicipi rasanya krn dengar2 enak! Namun cinta itu unik;datang tak diduga.Dan bila salah jaga;bubar! via AS @ArbiSyach

Kata #AgnesMonia: Punya teman 10 org yg benar2 mengerti kita lbh baik,dari pd 1000org tmn yg tdk kita tahu apakah dia teman atau lawan! #aceh

Di bawah ini gak nyambung dgn diatas, ya?

Kata #AktivisSenior : Hidup di Aceh pd era konflik pra-tsunami lbh gampang ketimbang hidup paska MoU Helsinki dan adanya UUPA. Mengapa? Dulu itu sudah jelas yg kita waspadai; Aparat Militer atau GAM! Sekarang? Ada 4 (empat) Kelompok yg paling kita takuti krn kita tidak tahu dimana posnya,bagaimana tampangnya,dan dibalut sandiwara kata2nya. Mereka adalah kelompok bayang2,barisan sakit hati, dan ..aduh..maap2 permirsaa..saya lupa 2 kelompok lagi! Mungkin teman2 yg lain bisa menambahkan!

Intinya, kalau memang tak pandai mengatur strategi seperti saya yg org awam ini,bisa “jom” kita! Penguasa Aceh sekarang kan bukan berasal dari wilayah saya. Serem….byk malaikat pencabut nyawa dari wilayah “itu” ya?

Minta maaf cepat2 kalau ternyata kita sudah menyinggung hati org2 yg berasal dari wilayah “itu”. Ancamannya gak main2, mati nanti kamu! Omaa eee ….payah taplung dari aceh..ata maa jih pekpek aceh nyoe sabab. Ata watei katatupue inak tembak atau dineuk tak tuh tajak im mantoeng, pu tajak khue, “katembak kuh aju,,bak ulei kuh behh? atawa,,,nyoe katak kuh aju…”..ata tajak thun mantoeng..bah matei tapi bek matei konyol! #coknyan

Saya tdk sedang bersandiwara.Saya tegas dan jelas dlm byk hal! Saya bukan “mereka”. Dan saya adalah saya! Saya itu beda! Saya tak pernah punya “otak” jadikan wanita itu “objek” dari “sesuatu” yg hanya disenangi utk “dua kali 30 menit”. #akuyaAKU

Color me blue I’m lost in you
Don’t know why I’m still waiting
Many moons have come & gone
Don’t know why I’m still searching
#Hope #WhoamItosay

No one told me I was going to find you
Unexpected, what you did to my heart
When I lost hope, you were there to remind me
This is the start.
#AtTheBeginning #RICHARDnDONNA

My girl…my girl..dont lie to me…tell me where did you sleep last night..? My girl…my girl..dont lie to me…tell me where did you sleep last night..? ,,,#NowPlaying #Nirvana #EdisiJuaraITALIA

Hal terindah paling membahagiakan itu adalah cinta Anda dibalas oleh”seseorg”.

Kuingin dikau menunggu kedatanganku memberikan jawaban atas cinta yang kau mau. Aku pernah janjikan cinta yang berbeda, dan kau akui merinding mendengarnya.

Tetaplah disana dengan hati menyimpan harapan. Peliharalah itu sepenuhnya sayangku. Tak pernah kuingkari semua janji yang pernah kuucapkan di hadapanmu. Yakinlah! Aku tak terbiasa bohongi seseorang. Apalagi seorang wanita. Bagiku, wanita tak boleh disakiti hatinya. Wanita harus dipenuhi semua inginnya. Apapun!

Tak ada alasan untuk ragu, dan juga kau takuti. Meskipun, dahsyatnya badai keangkuhan dan keegoan hampir setengah dari makhluk di Negeriku tak akan mampu membunuh semangatku mendatangimu untuk segera membangun rumah cinta kita. Bagiku, tak ada pelarian dan tak pernah ada cinta yang lain.

Hanya kamu, untukmu, dan bagimulah cintaku ada. Aku cinta kamu. Sepenuh hati ini hanya milikmu.

Dengan penuh cinta! #aslinonFIKSI

Klub yg paling byk nyumbang pemain tuk Semifinal #Euro2012 kali ini trnyata Real Madrid! Tim saya Barcelona hrs cetak gol! 😀 #TribunEuro

Diakui atau tdak klub terbaik dunia memang dari liga Spanyol; ada 9 pemain Madrid dan 7 pemain Barcelona di Semifinal #Euro2012.#TribunEuro

Perubahan gak akan pernah trjadi bila kita brdiam diri saja.Aksi lbih pnting dari pd teori. Tapi,kalau ada yg bilang tanpa modal bisa kaya,itu sungguh menyesatkan! Gak usah didengar lama2, mendingan diusir! Itu aja kok repot! 😀

Pensi di conoscere il calcio
Sei solo un figlio di mamma
Sei un una vergogna
un imbarazzo

Ti faccio vedere io come si fa
Ti faccio vedere io la strada
La strada del Super Soccer

(jingkenya iklan SuperSoccer yg ada Maldini)

Aku tak berarti apa-apa tanpamu! Hanya denganmu aku bisa lakukan apapun! Aku ingin bersamamu setiap saat; bkn cuma sabtu malam! #EdisiTerbatas #SegeraBergegas

Nyoe hana sanggoep rem minimal Avanza ikue kudei kupi bek cuba2 jak pugah haba di Nanggroe Aceh! Hana soe dungoe! Ngon punggoeng i dungoe,hana lagoet haba,pugah dumpu jut! Nyoe lee beulanja “taik mencret” tatoeh di simpang jalan, na yang “buang”! hayu tat nanggroe yah kei! salut!

Sepakbola itu,kolektivitas permainan 11 Seniman hebat di atas lapangan. Ia bknlah matematika! Tapi,tanpa penguasaan bola yg tinggi, Anda dipastikan kalah!#TribunEuro

Wanita itu melemparku jauh hingga sampai ke Inggris dan Swedia. Ini semua gara2 Perancis dan Ukraina. #akukalah

JATUH cinta pd mantan kekasihku yg dulu adalah satu dari sekian banyakknya dilema yg kuhadapi sekarang.

Manusia baru gunakan 1% kemampuan OTAKnya.>–Pernyataan tersebut saya bantah! Menurut saya, Kita malah baru pakai otak hebat kita; 0,0001%! Saran saya,gunakanlah OTAK Anda dgn maksimal! Latih OTAK Anda sesering mungkin dgn tidak menghindari berpikir hal2 yg penting dipikirkan. Biarlah OTAK Anda terbiasa hadapi tekanan. Perlu peningkatan sensitifitas pd cara OTAK Anda bekerja. Pelajari hal2 yg sedikit rumit,jgn manjakan OTAK Anda terbiasa bekerja sederhana! Contohnya,belajarlah Bahasa2 yg unik,seperti Bahasa Catalan. Belajar bahasa asing itu membuat OTAK Anda lbih punya daya tahan. OTAK yg dilatih dgn baik akan memebuat Anda berani hadapi cobaan hidup; sebesar apapun!!! #beklaloe

#Euro2012 berubah jadi arena peperangan yg mengerikan! Belanda dan Portugal kerahkan semua senjata andalan utk saling hancurkan! #TribunEuro -via @arbiaceh

 

 

Jangan Ragukan Cintaku


Kuingin dikau menunggu kedatanganku memberikan jawaban atas cinta yang kau mau. Aku pernah janjikan cinta yang berbeda, dan kau akui merinding mendengarnya.

Tetaplah disana dengan hati menyimpan harapan. Peliharalah itu sepenuhnya sayangku. Tak pernah kuingkari semua janji yang pernah kuucapkan di hadapanmu. Yakinlah! Aku tak terbiasa bohongi seseorang. Apalagi seorang wanita. Bagiku, wanita tak boleh disakiti hatinya. Wanita harus dipenuhi semua inginnya. Apapun!

Tak ada alasan untuk ragu, dan juga kau takuti. Meskipun, dahsyatnya badai keangkuhan dan keegoan hampir setengah dari makhluk di Negeriku tak akan mampu membunuh semangatku mendatangimu untuk segera membangun rumah cinta kita. Bagiku, tak ada pelarian dan tak pernah ada cinta yang lain.

Hanya kamu, untukmu, dan bagimulah cintaku ada. Aku cinta kamu. Sepenuh hati ini hanya milikmu.

Dengan penuh cinta!