Wanitaku dan Cintanya


AKU tak pernah enggan memberikan pujian. Terutama menyangkut kelebihan seorang wanita. Bagiku, semua wanita di dunia memang layak mendapatkannya. Mengapa? Wanita adalah makhluk terindah yang menjadi penentu utama mengapa aku ada bersama wanita yang kucintai di dunia ini. Tentu, ini alasan yang tak perlu diperdebatkan oleh pria manapun. Seperti sekarang, aku memujimu. Ya, kamu adalah wanita. Benar-benar wanita. Semua tingkahmu adalah gambaran seorang wanita. Aku kagumi semua yang kau punya adalah naturalnya seorang wanita. Kau tak pernah berpura-pura menjadi wanita. Caramu tersenyum, dan sorot matamu bila memandang sesuatu begitu jelas bahwa kamu adalah seorang wanita yang sebenarnya. Bagaimana dengan wanita lain yang ada di dunia? Wanita adalah seseorang yang selalu mampu membuat banyak hal yang berbanding terbalik dengan perilaku seorang pria. Jika, wanita mencoba melakukan hal-hal yang sama sepertiku, niscaya ia bisa kuakui sebagai seorang wanita. Mungkin, itu alasan kuat bila aku enggan memberikan sebuah pujian yang sepantasnya. Itu pendapatku tentang gambaran dari sosok wanita yang kulihat ada dalam dirimu.

Kamu wanita semua cinta yang mampu membuat banyak pria tak bisa mengatakan tidak bila kau minta melakukan apapun. Tanpa ada yang terluka, dan terpenjara dalam kegalauan mendapatkan cinta. Sengaja kusebut pria; dan bukan laki-laki! Menurutku, seorang pria itu sosok dewasa yang sudah dibekali pengertian tentang banyak hal, termasuk urusan hati itu sendiri. Dan seorang laki-laki selalu saja identik dengan kekanak-kanakan dan belum cukup umur. Biasanya, wanita sepertimu tak bisa menerima sifat kurang dewasa, belum matang, dan aku mengerti mengapa demikian. Kau mendambakan pendamping seorang pria yang lebih dewasa darimu. Ini yang kusebut sifat khas seorang wanita. Kau ingin dicintai oleh pria yang bisa membimbingmu menjalani hidup yang sebenarnya; pernikahan! Itu sudah tak bisa diganggu gugat. Itu adalah cita-cita setiap wanita yang sebenarnya. Untuk apa mengarungi biduk rumah tangga dengan seorang laki-laki yang usianya lebih muda? Kau punya jawabannya, kan?

Aku masih ingat dengan jelas bagaimana kau ingin kuperlakukan. Bahkan, aku tak pernah ingin melupakan kata-katamu tentang caraku memperlakukan wanita. Aku mengerti sepenuhnya bahwa wanita yang sebenarnya adalah dia yang ingin diperlakukan dengan lembut; selembut wanita itu sendiri. Kalimat ini membingungkan, namun kurasa ia sudah cukup tepat mewakili apa yang ada dalam ingatanku tentangmu. Kita telah jalani banyak hal di masa lalu, dan itu yang telah mengajarkanku segala hal terutama bagaimana memperlakukan seorang wanita sepantasnya.

Apakah aku menyesal tak bisa mendampingimu mengarungi biduk rumah tangga, sebagaimana yang pernah kita impikan berdua?!? Aku tak pernah menyesali akhir dari hubungan kita. Aku sudah relakan dirimu menghabiskan banyak hal dengan pria yang menjadi pilihanmu. Aku hanya menyesali ketika aku tak tahu sama sekali ketika sebuah kenyataan terkuak. Kenyataan bahwa kau telah akhiri kisah kita secara pihak tanpa kutahu sama sekali. Wajar sekali bila aku butuh penjelasanmu kala itu. Aku kecewa pada proses perpisahan cinta kita yang tak sebanding dengan pengorbanan yang telah kita lakukan berdua untuk memulainya. Itu saja. Bukan yang lain!

Dan tahukah kamu apa yang kurasakan pada saat itu? Bagaimana penderitaanku? Apakah aku telah membuat dosa menyakiti hatimu? Tak pernah ada jawaban hingga kini. Dan aku mengerti sepenuhnya bahwa semua melodi yang indah denganmu seperti dulu tak mungkin tercipta lagi.  Impian hidup yang dulu sempat kusematkan denganmu. Harapan yang selalu kupelihara agar bisa dan hanya berumahtangga denganmu itu telah mati oleh cara yang kau buat. Dan perpisahan sementara yang kita alami ternyata menjadi pertemuan terakhir, sebelum aku sempat leburkan rinduku menatap indahnya dua bola matamu. Ah, itu kisah masa lalu yang seharusnya berlalu begitu saja tanpa perlu dibahas lebih panjang, kan???

Akhirnya, aku hanya ingin sampaikan padamu untuk yang terakhir kalinya bahwa; binalah kehidupan cintamu dengannya sebaik-baik seperti yang kalian pernah cita-citakan dalam prosesnya. Jaga komunikasi yang baik karena itu salah satu cara merawat kejujuran dalam cinta. Aku selalu doakan dirimu bahagia menjalani hidup bersamanya di dunia, hingga kalian dipertemukan kembali di syurgaNya. Amin.

Dengan penuh ketulusan tanpa ada dendam dan sakit hati,

Sang Mantanmu!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s