Kisah Kita Tersimpan di Rumah Tua


Aku rindu memasuki rumah tua di pinggiran sungai Kota kita. Sekedar memandang atapnya dan melihat-lihat kondisi beberapa ruangan yang dulu pernah kita gunakan bersama untuk melepaskan kerinduan. Sebuah kisah yang pernah tercipta diantara kita sudah berlalu begitu lama. Dan kurasa kau tak ingat sama sekali kisah itu. Tentu ia telah menua dalam benakmu dan bahkan hilang sama sekali. Tak pantas untuk dikenang karena daya pikatnya yang jauh dari menarik, atau karena kisahmu setelah diriku yang membuatnya hilang tanpa kesan.

Kau boleh memperlakukan apapun untuk kisah kita di rumah tua itu. Namun, tahukah kamu bahwa bagiku melupakan kisah kita di rumah tua itu adalah perbuatan yang tak akan pernah kumaafkan oleh diriku sendiri? Kau tak akan tanyakan kenapa karena sebenarnya kau tahu persis mengapa aku begitu merindukan rumah tua itu. Lagi pula, asumsiku tentangmu yang tak suka mengingat apa yang telah terjadi di dalam rumah tua itu selusin tahun yang lalu belum tentu benar. Dan sah-sah saja bila memang kau lebih kuat mengingat rumah itu ketimbang diriku. Sungguh, kisah di rumah tua begitu kurindukan terulang sekarang.

Kau dan aku hampir setiap hari melihat rumah tua di pinggir sungai terpanjang di kota kita dengan pasangan kita masing-masing. Dulu, kita pernah ucapkan banyak kata di dalam rumah tua itu. Kini, kita hanya bisa mengenangnya dengan cara yang berbeda. Jika, hatiku menjadi begitu pilu melihat rumah tua itu, mungkin saja kau hanya bisa tertawa dalam hati sambil berkata, “di dalam rumah itu pernah kubohongi seorang pria yang lugu”. Dan kau pun bisa terus tertawa setiap melewati rumah tua itu dengannya. Karena, dialah orang terdekatku yang juga ikut melepaskan kepergianku di terminal bis antar propinsi itu.

Biarlah, kisah kita tersimpan di rumah tua itu untuk selamanya. Kita doakan bersama agar rumah yang tak pernah dihuni itu selalu ada disana. Ia harus selalu kokoh walaupun bencana tsunami sedahsyat dulu menerjangnya kembali. Tuhan sengaja menyisakan rumah tua itu untuk kita berdua. Mungkin!

Iklan

2 comments on “Kisah Kita Tersimpan di Rumah Tua

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s