Romantisme Cinta Segitiga


Lindaku tersayang, sudah berhari-hari tak kudengar kabarmu setelah malam itu kunikmati indahnya dua matamu. Kini, kau kurindukan sepanjang malam. Sungguh sebuah kerinduan yang nyata, bukan kubuat-buat. Kuharap esok hari ku dapat melihat dirimu melintasi beranda rumahku seperti hari pertama mataku mengenal matamu yang menurutku tak ada bandinganya.

Ulfaku yang lugu, meskipun tadi sore matahari enggan bersinar. Tapi, percayalah bahwa sebenarnya ia adalah penolong untuk semua keindahan yang kita nikmati berdua. Tak ada gangguan dari apapun. Mungkinkah minggu depan kita bertemu lagi pada tempat sama dan kita ubah jadwalnya lebih cepat?

Linda dan Ulfa, kalian berdua telah menjadi bagian dari romantisme cinta segitigaku. Tak ada agenda itu sebelumnya dalam kisah cintaku karena awalnya kalian sungguh tak kuharapkan datang mengisi hari-hariku yang begitu sepi. Mengapa kalian datang bersamaan ketika diriku hanya butuh satu cinta?

Wahai Lindah dan Ulfa tercinta, bagiku tak ada kata mendua. Doakan agar aku mampu secepatnya menjatuhkan pilihan. Sulit? Tentu saja. Karena kalian berdua memang pantas dipilih oleh lelaki manapun. Keindahan dan kelembutan yang kalian punya mungkin sudah langka. Entahlah!

Sekarang, aku hanya bisa berdoa agar Tuhan tak menghukumku bila aku harus memilih salah satu dari kalian. Semoga.

Salam Cinta dariku yang kini tak bisa memejamkan mata.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s