Aku Tak Melanggar Kitab Cinta itu


Akukah pengkhianat cinta itu? Hingga aku disebut pendosa? Jika ayat-ayat cinta memang telah kulanggar, tak adakah jalan untukku mempebaiki diri?

Akukah pembuat onar itu hingga rasa tak lagi mampu menyatukan kita? Kau dan aku terprovokasi oleh satu kondisi yang tak sanggup kita sebut apa. Lalu. Kau membuat sebuah analisis yang seolah-olah aku tak lagi percaya dengan kitab cinta itu, lalu jaksa cinta itu akan menuntutku hingga para pengadil akan menghukumku seperti maumu?

Dalam kitab cinta banyak hal yang tak bisa kupahami, ketika aku memberi ketulusan dan mencoba menjadi pencinta sejati, aku dianggap belum serius berdedikasi untuk kemashalatan hubungan kita. Dan kemudian kau sebut aku pendusta karena kata-kataku itu lain di mulut lain di hati?

Cintaku, padamu aku ingin seserius mungkin menyerahkan semuanya tanpa ada kemunafikan, pengkhianatan, dan tak perlu pengadilan cinta karenanya. Dan kau tahu bahwa diriku yang bisa berikan apapun yang kau harapkan selama ini?

Cintaku, sebenarnya sabarmu menanti cinta telah sampai pada titik akhir karena aku telah datang untukmu membawa semuanya. Masihkah kau ragu cintaku?

Sayang, aku bukanlah lelaki perusuh dan suka melanggar aturan seperti tertulis dalam kitab cinta itu. Karenanya, yakinkan dirimu bahwa aku benar-benar ada hanya untukmu. Percaya?

Iklan

2 comments on “Aku Tak Melanggar Kitab Cinta itu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s