Temanku, Perangkat Bercinta Itu Harus Legal


Hai wanita terindah, tak ada kata mungkin untuk mengatakan keindahanmu. Memang kaulah wanita terindah itu. Isi hatiku harus kau tahu bahwa hanya kamu yang terindah dan bukan yang lain. Untuk apa keindahan dari yang lain jika kau telah mampu menyuguhkanku semua keindahan yang kuimpikan selama ini?

Pasti dan kupastikan sekarang bahwa kaulah wanita terindah yang mampu merebut seluruh perhatianku dan mengekang ragaku disini untuk membeku, membuat semua yang kumiliki hanya menginginkan keindahan-keindahan yang kau miliki. Dan kau pun katakan padaku bahwa keindahanmu bukan untuk lelaki lain lagi karena diriku telah berhasil merebut hatimu. Aku tak bisa menunggu lebih lama untuk dapat menikmati semua itu dengan legalitas tentunya, agar kenikmatan yang diperoleh dari keindahan akan benar-benar mengangkasa oleh hubungan yang diikat oleh tali pernikahan. Karena bagiku kenikmatan yang melibatkan alat vital itu perlu pengakuan secara religi agar semua kenikmatan yang terjadi sakral adanya. Untuk apa harus mempermainkan keyakinan demi kenikmatan sesaat yang mengorbankan alat vital aku dan kamu?

Temanku tersayang, sudahkah kau pahami dua paragraf di atas? Tentu kau sangat memahaminya. Kutahu pasti hal itu. Namun, memahami saja kadang tak cukup tanpa dibarengi oleh keinginan tulus mengubah haram menjadi halal. Sulit menjadikan sebuah hubungan berstatus legal karena sudah terlanjur mengedepankan kenikmatan illegal walau sifatnya semu, kan?!! Gawat!!! Jangan terus menerus kau rawat sesuatu yang salah, kawanku. Ubahlah perlahan-lahan pola hidupmu yang kurang sesuai dengan budaya kita. Dan biarkan mereka yang terlanjur terbiasa dengan cara-cara hidup dunia barat itu dalam menikmati keindahan. Itu negatif, temanku. Sangat tak berarti mempermainkan alat vital kita sendiri secara semberono tanpa memberi ruang bagi diri kita mengesahkan status yang sedang kita bina dengan pasangan cinta.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s