Copa America 2011: Pentas Penuh Kejutan untuk Para Bintang


13104479281876378173 Ilustrasi/Google PENGHELATAN Copa America 2011 di Argentina sudah memasuki tahap akhir dari Fase Grup. Masing-masing tim sudah menyelesaikan pertandingan kedua mereka dari tiga kali laga yang harus mereka mainkan. Bahkan, tadi pagi Kolombia dan Bolivia telah menyelesaikan pertandingan ketigany mereka dengan hasil pertandingan dimenangkan oleh Kolombia 2-0 berkat dwi gol dari striker fenomenal mereka bernama Radamel Falcao. Hasil ini memastikan Kolombia menjadi juara Grup A dan membuat Bolivia mengucapkan selamat tinggal pada ajang terbesar di Benua Amerika Latin ini. Bagaimana Nasib sang tuan rumah Argentina? 131044797943125558 Ilustrasi/Google Ada kejutan dalam setiap turnamen Sepakbola besar yang diadakan di setiap tempat. Sebuah tim besar tak bisa mengalahkan tim non unggulan. Ini sudah biasa terjadi dan menimpa banyak Negara besar di dunia olahraga paling digandrungi manusia di jagad ini. Termasuk Argentina, Brazil, dan Uruguay merasakannya di Copa America kali ini. Tim sarat bintang seperti Argentina hanya mampu bermain imbang dengan Bolivia 1-1, dan nyaris jadi bulan-bulanan tim kuda hitam Kolombia. Kebintangan Leonel Messi yang begitu membahana sinarnya di kancah Sepakbola Eropa ketika menjadi penyelemat Klubnya Barcelona di Liga Spanyol dan Liga Champion itu belum terlihat sama sekali. Bahkan tendangannya ke arah gawang lawan baru dibuat dua kali sepanjang dua pertandingan yang telah dilakoninya bersama Tim Argentina. Kita tak melihat aksi-aksi individu yang luar biasa khas milik “Messiah” sang penyihir kecil dari Tim Tango. Seorang Messi pun kelihatan beberapa kali dari sorotan lampu kamera seakan frustasi. Teman setimnya yang juga bintang tersubur Liga Inggris dan Kapten Klub Kaya raya Manchester City Si Carlitos Tevez juga setali tiga uang. Tevez belum bisa mencetak satu gol pun ke gawang lawan selama Copa America berlangsung. Sergio Aguero, menantu Diego Marodona yang sedang diincar klub-klub besar Eropa itu baru melesakkan sebiji gol penyelamat muka tuan rumah melawan Bolivia. 1310448004796108980Sungguh diluar ramalan banyak pengamat dan pencinta si kulit bundar bahwa Tim yang bermaterikan bintang-bintang besar seperti Argentina tak bisa berbuat banyak menghadapi tim non unggulan di Copa America 2011. Lalu, sejauh mana Tim Samba Brazil bisa bergoyang? Tak ada lagi Jogo Bonito khas juara Dunia 4 Kali itu di atas lapangan. Mereka belum tampil meyakinkan setelah ditahan Venuzuela tanpa gol dan nyaris ambruk diterkam Paraguay pada pertandingan kedua mereka. Kemana Bintang muda penuh bakat milik Santos itu? Ya, Neymar, dia tak bisa menunjukkan ketajamannya dalam dua pertandingan. Apakah karena terlalu besar beban baginya dengan julukan “Si Pele Baru” yang disematkan padanya? Entahlah! Lalu, apa kabar Pato? Pemain bintang milik AC Milan ini juga belum mampu menyihir penonton lewat gocekan-gocekan mautnya. Tak ada aselarasi sepertiga lapangan yang mematikan darinya. Semua seperti mimpi setelah pertandingan usai mereka mainkan. Wajah-wajah sendu penuh kelesuan yang tak biasa dari seorang Fred, Robinho, Alves, dan bintang-bintang muda hebat milik Brazil yang kita perhatikan setelah wasit selesai menjalankan tugasnya di atas lapangan. Dan kini Argentina dan Brazil dipaksa untuk menyeberangi sungai deras nan dalam. Tak boleh tidak. Mereka harus lakukan itu bila ingin lolos dari fase Grup menuju putaran kedua. Kita akan lihat kemampuan sihir Messi dan ketajaman Neymar pada pertandingan ketiga mereka meloloskan tim mereka masing-masing. 13104480461447108958 Ilustrasi/Google Dan terakhir, saya belum melihat aksi hebat seorang Diego Forlan. Pemain yang bermain sangat menawan kala berhasil membawa Uruguay bersinar sampai menjadi Semifinalis Piala Dunia Afrika Selatan 2010 lalu. Dia begitu kaku dan terkesan kurang berkontribusi. Frustasi dan sedih tak bisa menangkan dua pertandingan untuk timnas bangsanya tercinta. Ketika Forlan tak bisa berbuat banyak untuk Uruguay, biasanya bintang Liverpool yang bernama Luis Suarez menjadi penentu. Tapi sama halnya dengan sang senior, Suarez belum terlihat tajam seperti bermain untuk Klub besar Inggris itu walau berhasil melesakkan satu gol pada menit ke-25 untuk tidak kalah melawan Peru. Singkatnya, tiga tim besar Benua Latin itu yaitu Argentina, Brazil, dan Uruguay kini berada di ujung tanduk. Jika ketiganya gagal memenangkan pertandingan terakhir di fase Grup maka dunia Sepakbola dipastikan telah kehilangan tontonan menarik khas Copa America. Pertanyaannya adalah apakah mampu seorang Leonel Messi, Carlos Tevez, dan Sergio Aguero meloloskan Argentina ke babak kedua? Ataukah mereka akan jadi penonton di rumah mereka sendiri? Dan apa yang akan dilakukan Pato untuk membantu kinerja Neymar di barisan depan Tim Samba Brazil? Mampukan Robinho menjadi penyeimbang? Bagaimana nasib Luis Suarez dan Diego Forlan? Akankah kita melihat sosok Aktor-aktor terbaik lapangan hijau itu di layar kaca kita pada putaran kedua Copa America 2011? Kita hanya bisa berharap tanpa bisa berbuat apa-apa untuk keinginan melihat permainan yang menarik yang mungkin dapat disuguhkan oleh para mega bintang tersebut bila mereka lolos dari lubang jarum.

Iklan
By Arbi Sabi Syah Posted in Bola

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s