Sepucuk Surat Cinta di Jalan Raya


Dalam perjalanan pulang menuju kediaman pribadi saya tadi sore secara tak sengaja telah saya temukan selembar kertas dibawa angin tepat menempel pada wajah saya dan hampir saja motor saya yang sedang melaju demikian kencang lunglai ke jalan. Ternyata kertas itu adalah sepucuk surat cinta seorang pria yang akan dilayangkan buat wanita terseksinya entah dimana. Saya terlanjur paham maknanya sekedip setelah membaca isi surat tersebut. Dan sekarang saya berbaik hati membagikannya buat Anda sekalian para sahabat tercantik dan terganteng saya.

Selamat membaca dan jangan lupa tuliskan pendapat Anda.

Terimakasih.

***

images.google.comsumber: images.google.com

Banda Aceh, 25 April 2010

Untuk wanitaku yang jauh disana,

MALAM ini aku rindu nian padamu. Maklum, jarak kita begitu jauh dan tak mungkin kita saling menyentuh secepat kilat seperti maumu dan mauku. Hanya lewat kata-kata dibantu udara saja kita bisa saling berpelukan, berciuman, dan mendengarkan desahan manjamu. Semua ini tentu saja tak cukup memuaskan ingin kita sampai nanti suatu hari kita bersua bersama menuntaskan semuanya. Iya, hasrat kelelakianku teriak lantang membayangkan saat-saat yang entah kapan. Kita belum tahu waktu tepat itu dan masih saja kita tunggu. Hanya keyakinan besar yang mampu menjaga hubungan mahal milik kita tetap mesra dan hangat. Namun, seberapa keyakinan dirimu akan kelanggengan hubungan cinta kita?

Aku selalu berharap agar jaraknya hubungan kita tidak menjadi alasan runtuhnya tembok cinta yang telah terbangun sekian lama dengan banyak pengorbanan tercipta. Kita mampu melalui semua masalah seserius apapun selama ini dengan baik. Ini adalah modal besar yang menjadi kepercayaan bagi kita berdua. Engkau tahu, kita sama-sama tahu bahwa dalam hidup di dunia ini godaan dan ujian selalu datang silih berganti. Kita harus menepis mereka agar percintaan kita menjadi tak terbatas dan luntur seiring waktu berjalan.

Wanitaku terseksi dan paling bahenol sedunia, kuharap engkau paham sepaham-pahamnya akan surat singkat ini. Percaya dan yakinlah bahwa jiwa dan ragaku selalu ada dengan cinta yang terbesar untukmu. Hanya denganmu aku ingin bercinta.

Tertanda,

Calon Suamimu.

Iklan
By Arbi Sabi Syah Posted in Fiksi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s