Penikmat Cinta


AKU menamakan diriku seorang lelaki terakus di dunia untuk cinta. Kelezatannya bisa kurasakan sampai ke titik terdalam. Tak heran jika sampai detik ini tubuhku dilekati debu-debu beraroma cinta. Ibarat seorang pengembara yang melintasi gurun pasir berdebu tebal. Kehidupan apapun bagiku tak pernah lepas dari cinta. Aku sanggup berkelana ke setiap tempat di dunia ini yang kudengar dan kubaca memiliki potensi cinta yang besar untuk kucicipi walaupun hanya sedetik. Aku tak takut sedikitpun pada duri-duri tajam di jalanan yang menuntunku memperoleh cinta. Bagiku cinta selalu kulihat dan kunikmati dengan sepenuh hati karena cinta bukanlah sebuah misteri. Cinta tak suka basa-basi ini dan itu. Cinta adalah rahmat yang harus dirasakan apapun bentuknya.

Wangi cinta yang pernah kurasakan selalu saja panjang dan tak mudah hilang dalam semalam. Mereka sering kusimpan dengan rapi dan yang kukumpulkan dalam sebuah buku harian cinta untuk menjadi kenangan terindah yang abadi. Aku ingin terus menulis tentang setiap kisah cinta yang kutahu karena aku punya sebuah rencana untuk mempublikasikan bukunya sebagai maha karya cinta sepanjang masa. Tentunya aku ingin setiap halamannya disesaki berbagai hal yang fantastis, dramatis, dan bernilai historis. Khusus untuk halaman terakhir aku akan mengakhirinya dengan dua kalimat ini; “cintaku tak pernah lekang oleh apapun untuk dirimu, hanya untuk kamu hatiku ini kusimpan. Sampai kapan?”

Banda Aceh, 17 April 2010

Iklan
By Arbi Sabi Syah Posted in Fiksi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s