Cinta dan Malam


BUAT apa mengistimewakan sebuah malam hanya untuk tujuan cinta? Bukankah Tuhan menciptakan Malam bukan hanya untuk satu hal saja? Andaikan benar cinta itu bisa tumbuh dalam semalam mungkinkah ia akan bertahan lama? Jika semua orang membenarkan Sabtu malam itu panjang dan bisa melahirkan cinta, apakah malam-malam yang lain itu tak punya peran yang menentukan lahirnya sebuah kisah cinta? Bahkan, cinta dan tangisan sering tercipta pada sebuah malam. Iya, tangisan bernada memilukan yang diibaratkan sebuah simponi yang syahdu dengan rentetan nada-nada mengharukan dan butuh hati yang sabar. Aku menamakan tangisan itu sebagai korban dari malam. Hal ini membuktikan bahwa sebuah malam memberi ruang untuk kenikmatan dan kesengsaraan dan tak melulu untuk cinta dengan segala pernak-perniknya.

Menurutku cinta dan malam adalah ibarat dua sosok yang terasa spesial dan menjadi penting dalam kehidupan ini karena mereka kerap diminati, ditunggu, dan dibicarakan banyak orang. Beberapa orang atau komunitas tertentu sering menggunakan sesajian khusus menyambut malam dan cintanya. Bagi mereka cinta kerap datang pada sebuah malam tertentu sehingga ia perlu ditunggu dengan sebuah upacara khusus agar hadirnya mengandung nilai kasta yang tinggi.

“Untuk apa dibuat upacara dengan sesajian menyambut cinta di malam seperti ini?”

“Agar cinta tidak hanya sederhana tapi ia memiliki kasta yang tinggi.”

“Untuk apa?”

“Agar aku tidak malu pada teman-teman dan lingkungan kita.”

“Kamu salah mengartikan cinta dan hadirnya.”

“Justru kamu yang kurang memahami cinta dan malam. Kamu tipe orang yang sederhana!”

“Ah, aku tak suka berpolemik untuk cinta dan malam. Biarlah aku sederhana dalam segala kecintaanku terhadap malam.”

***Sebuah Karya yang amburadul buat sebuah kuantitas. 🙂

Banda Aceh, 17 April 2010

Iklan
By Arbi Sabi Syah Posted in Fiksi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s