Bukan Wanita Biasa


Bagiku, menatap wajah putih bersihmu yang dihiasi dua mata indah nan bulat, hidung mancung, dan bulu-bulu rapi di alismu adalah syurga. Cahaya yang terpancar dari wajahmu itu bukan hanya mampu membuat jantungku berdegup tak seirama. Tapi, ia menyulitkan tidurku dan memaksaku mengingat terus keindahannya.

Dan kutulisi tiga bait puisi yang menggambarkan dirimu bukan wanita biasa. Bacalah dibawah ini ratuku;

Telah kututup pintu hatiku

Dan tak kubiarkan siapapun memasukinya,

Aku percaya bahwa mencintai adalah untuk disakiti

Tapi, untukmu pintu itu harus kubuka kembali.

Telah kukunci pintu hatiku dan kuncinya kupatahkan

Sekuat dan sejauh yang kubisa ia telah kubuang,

Cinta manapun takkan pernah sanggup membukanya lagi,

Hatiku benar-benar telah tertutup rapat.

Namun setelah mengenalmu

Dan melihat dirimu begitu dekat,

Rasanya kunci duplikat tak layak kugunakan

Kemungkinan terdekat adalah merusak pintu itu demi cintamu.

Dan ketika kuraih tanganmu

Seketika aku berpikir bahwa keputusanku mengunci rapat pintu hati telah salah,

Dan ternyata dalam genggaman tanganmulah kunci itu kini kutemukan…

Pintu hatiku tak perlu kurusak karena dirimu telah mampu membukanya.

Aku cinta kamu.

Iklan
By Arbi Sabi Syah Posted in Fiksi

2 comments on “Bukan Wanita Biasa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s