Teliti Sebelum Membeli


Ilustrasi/Google: Logo Liga Eropa.KUALITAS sesuatu yang dibeli untuk digunakan dalam berbagai keinginan itu adalah target utama semua orang. Sesuatu disini bisa berarti Orang, Rumah, Kenderaan, Pakaian, dan sebagainya. Jika salah memilih maka Anda akan rugi besar. Sayang pada dana yang telah dikeluarkan dan menyesal telah melakukan pembelian yang salah.

Dalam olahraga Sepakbola juga banyak terjadi kesalahan pembelian pemain. Manajemen Klub besar sekalipun sering salah menilai calon pemain yang harus dibelinya. Meskipun pemandu bakat mereka telah bekerja dengan baik. Berikut ini saya hanya jelaskan dua contoh pembelian oleh Klub Raksasa Italia AC Milan yang membeli pemain termahal saat itu, Gianluigi Lentini namun tak sesuai harapan. Dan pembelian “Bebe” oleh Machester United (MU) yang dinilai salah kaprah. Manajemen MU dituduh menggunakan “Conspiracy Theory”.

Kesalahan Besar Manajemen AC Milan saat membeli Gianluigi Lentini pada tahun 1992 masih dikenang hingga kini. Saat itu Pihak Manajemen Klub Paling tenar di Eropa kala itu berkilah bahwa pembelian Lentini sebenarnya sudah tepat karena Lentini adalah pemain bertalenta. Pembelian tersebut tercatat sebagai pembelian termahal di dunia saat itu.

Namun, pepatah yang mengatakan bahwa “mahal belum tentu terbaik, dan terbaik tak harus mahal” seakan menjadi begitu sahih. Penampilan di lapangan saat bermain bola memang tak menujukkan bahwa Lentini adalah pemain yang pantas dihargai mahal. Malahan, gaya hidup dan perilaku buruk mempercepat kariernya kandas.

Seperti diberitakan Harian Kompas pada Edisi Rabu, 08 September 2010 lalu bahwa Dia mengalami tabrakan hebat saat mengendarai mobil sport-nya, Porche, dengan kecepatan 100 kilometer per jam. Lentini koma dan kariernya terancam tamat. Parahnya, dia tabrakan setelah beberapa saat meninggalkan rumah istri bintang Italia di Piala Dunia 1990, Toto Schillaci. Dia dikabarkan menyelingkuhi istri Schillaci.

Kasus lain yang paling segar adalah kesalahan Pelatih Manchester United (MU) Sir Alex Ferguson (Fergie) karena membeli pemain muda asal Meksiko. Dan pembelian ini menyisakan gosip-gosip tak sedap dari Internal Klub Raksasa Kerajaan Inggris tersebut. Ada yang berpendapat bahwa pemain yang biasa dipanggi “Bebe” itu dibeli karena telah terjadi konspirasi dari beberapa orang dalam manajemen MU dan diduga pula telah terjadi proses korupsi berjamaah disana. Walau harga Bebe hanya £125.000 dan jumlah itu cuma untuk seminggu gaji Sang Kapten Rio Ferdinan, tetapi reputasi klub sebesar MU jelas tercoreng. Ditambah lagi pendapat beberapa orang bahwa Fergie tidak berkonsultasi dengan pelatih tim Yunior MU, Ole Gunnar Soldier saat melakukan pembelian.

Semoga dua kasus diatas tidak terjadi dalam persepakbolaan Indonesia kita tercinta. [Bahagia Arbi]

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s