Mantan Kekasihku Itu Telah Kubunuh


AKU masih ingat. Tepatnya pada tahun 2000. Saat itu aku merasakan cinta pertama. Iya, aku masih ingat bahwa Kamu, satu-satunya wanita di dunia ini yang paling cantik. Tak ada wanita lain sepertimu. Aku masih bisa membayangkan dengan jelas bagaimana sepasang matamu yang indah dengan dua bijinya yang bulat, bulu-bulunya yang lentik, memberiku kepuasan serta mengurungku dalam rasa yang tak bisa kulukiskan bagaimana bentuknya. Sorot kedua matamu selalu membuat jantungku berdegub kencang tiap kali kita saling bertatapan, kapanpun pada saat itu. Iya, saat dimana kita masih saling mencintai dan mengagumi satu sama lain. Hingga kini pun semua keindahanmu masih saja menghantuiku kemana pun aku ada. Sungguh, aku tak mau berbohong dengan semua kecantikanmu, keindahan dan kemolekan yang kau punya.

Mantan kekasihku yang luar biasa. Indahnya dirimu bagaikan kokohnya karang di lautan yang tak bisa dihancurkan ombak sekuat apapun. Bagiku engkau adalah wanita yang aduhai yang selalu ingin dimiliki banyak pria. Jejakmu tak bisa luput dari hatiku.

Aku gagal. Aku tak berhasil mendapatkanmu seutuhnya. Aku tak berhasil meraih hati pada detik-detik terakhir pada saat itu. Kenapa? Semua salahku. Aku benci keangkuhanku saat itu. Aku muak mengingat kembali keputusan konyol yang kubuat hingga kau kecewa dan putus asa. Apakah aku harus menyesali semua ini? Bukankah cinta tak suka sesalan?

*****

Hari ini, setelah satu dasawarsa lebih penyesalan itu kurasakan linunya karena kuaksakan diri memendamnya dan kubiarkan hatiku didera kehampaan hilangmu. Pada hal, telah kurelakan dirimu pergi dan kuyakin kau pun demikian. Walaupun pada saat bersamaan ada banyak rantingmu yang masih kau sisakan di halaman jiwaku yang tak sanggup kusapu dan kukumpulkan untuk kubakar saat itu. Bahkan dulu sering kuminta dirimu untuk percaya bahwav jiwaku begitu penasaran ingin mencoba keutuhan cintamu. Apakah semua itu salah?

Ya, aku salah jika masih saja mengingatmu hari ini. Buat apa kusesalkan semua ini? Tak perlu kusimpan dirimu dalam hatiku terlalu lama. Sudah saatnya aku keluar dari penjara cintamu secepat mungkin agar kau tak kembali membelengguku. Aku tak perlu membuang-buang waktu sia-sia memikirkanmu karena semua sudah tak mungkin kudapatkan. Cintamu dan semua milikmu hilang menjadi kenangan. Semua telah berlalu menjadi partikel terkecil dari masa lalu. Kalaupun sel-sel cinta itu harus membelah kembali maka porsinya Sembilan puluh Sembilan persen kupastikan bukan untukmu lagi. Buatmu hanya kusisakan satu persen saja. Mengapa? Kamu heran?

Bukan, semua bukan seperti yang kau pikirkan. Aku tak sanggup mengungkapkan cinta yang telah lama kurasakan darimu. Dan bukan juga karena alasan bahwa sekarang aku punya banyak cinta yang lebih indah, lebih eksotik dengan tatapan-tatapan liar penuh harap dan siap menerima lemparan senyum kejantananku. Tapi alasannya lebih kepada logika. Ya, logika cinta yang sebenarnya untuk tidak perlu mengenang masa lalu terlalu lama. Aku harus membunuhmu. Dan kini aku berhasil. Sejauh ini kurasakan keberhasilan melupakan mata indahmu, membuang keunikan lentiknya, dan kucampakkan molek tubuhmu dalam lembah terdalam tanpa bisa diangkat oleh apapun adalah kebahagian yang tak bisa kubayangkan besarnya.

Wahai wanita terhormat yang telah menjadi mantan kekasihku, maafkan kekejamanku hari ini. Aku terpaksa mengakhiri masa cintamu yang telah lama bersemayam dalam raga dan jiwaku. Tanpa maksud memutilasi tubuh indahmu, akhirnya kuucapkan selamat jalan. Mungkin saat kiamat tiba, kita akan dipertemukan kembali untuk membangun istana cinta yang baru berdua, ya hanya berdua untuk selamanya. Mungkin!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s