Kejujuranku Tentang Wanita Sepertimu


Apa salahnya jika seorang pria penuh pesona cinta sepertiku ini jujur tentang seorang wanita sepertimu? Bukankah aku harus berkata benar dan tulus bila kau tanya bagaimana kamu?

Baiklah, dengan tulus kuakui sekarang padamu dan tentunya dibaca banyak teman-teman kita bahwa:

“Kamu wanita yang unik! Keunikan bukan karena kamu aneh, tapi justru keindahanmu hanya kepunyaanmu. Tak ada wanita lain di dunia ini yang memiliki wajah semanis kau punya dengan hidung indah begitu serta dua mata bulat walau tak persis mirip bola pimpong tetap saja indah, menarik, dan seksi. Bukankah banyak pria lain yang selalu mencoba masuk dalam ruang pribadi dari hatimu?”

“Pesonamu mungkin bukan untukku, tapi karena aku harus jujur sebenarnya aku ingin miliki semua yang kau miliki yang telah mempesonakanku sejauh ini. Namun, aku jujur aku tak sanggup berusaha lebih sedikit keras meraih dirimu. Bukan karena aku takut dan pesimis, tapi semua karena aku menyadari bahwa aku bukan siapa-siapa. Aku optimis tapi bukan untuk memiliki pesonamu. Masakanku tak memenuhi selera cintamu. Aku tahu itu.”

“Aku suka rambutmu seperti semalam. Kelihatan biasa dari kejauhan tapi kala dekat denganmu rambutmu itu sangat seksi, wangi aromanya, dan luruh china. Aku tak sanggup bayangkan jika suatu hari bisa menyentuh rambutmu. Mungkinkah? Selalu ada kemungkinan-kemungkinan namun sulit untuk kata mungkin kan?”

“Kata-kata dalam setiap tulisanmu selalu kusuka. Kamu pandai memainkan mereka dan selalu tahu bahwa pembaca sepertiku akan gila. Teruskanlah menulis wanita pujaanku, hingga suatu hari kutemukan beberapa buku di Toko Bahenol Ibu Kota itu untuk kubeli dan kubaca setiap malam, bukan sekedar menemani tidurku, tapi juga untuk membuat hayalanku dipenuhi seluruh pesonamu.”

***Tulisan ini untukmu, jangan marah karena kau sendiri yang memintaku menuliskannya dengan jujur, semua tentangmu menurutku begini, aku tak tahu jika lelaki lain punya deskripsi yang lebih indah, lebih liar, atau lebih tak sopan. Salam cinta!

Iklan
By Arbi Sabi Syah Posted in Fiksi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s