Manusia adalah Penikmat Kenikmatan


KENIKMATAN dalam hidup harus dipenuhi untuk alasan apapun. Kata Kenikmatan sendiri memang bahenol bahkan paling bahenol. Banyak kalimat nakal memakai kata dasarnya, nikmat! Aku suka menikmatinya. Ia begitu asyik, sedap, dan membuatku puas!

Manusia adalah makhluk unik yang merupakan karya terbesar dari Tuhan untuk Alam. Sudah semestinya kepuasan dalam menjalani hidup demi sebuah kehidupan yang nyaman menjadi target utama. Tak sedikit manusia berusaha memenuhi kenikmatan. Halal atau haram tidak menjadi soal. Kenikmatan harus diraih untuk alasan kepuasan. Walaupun harus mengambil hak orang lain sekalipun tidak menjadi masalah.

Realitas diatas membuktikan kepada kita bahwa manusia adalah penikmat kenikmatan. Bila manusia merasa sesuatu itu kurang nikmat maka ia akan berjuanga mencari kembali dan mengulanginya berulang-ulang agar nikmatnya bisa memberi kepuasan lahir dan batin. Bila perlu pengorbanan pun harus dilakukan termasuk mengorbankan harga diri.

Hidup harus nikmat dan kenikmatan adalah untuk dinikmati rasanya. Untuk apa hidup bila kenikmatan tak bisa kita rasakan dengan nyaman? Bukankah hidup hanya sekali?

Selalu saja begitu dan terus demikian arah pemikiran manusia. Mencari dalih untuk sebuah kenikmatan. Menyingkirkan rasa hormat dan membunuh akar budaya demi tak peduli yang penting harus nikmat.

Hidup di dunia memang hanya sekali. Siapa yang mengatakan hidup di dunia bisa dua kali? Setelah kita mati tak mungkin kita kembali ke dunia ini. Tapi, atas alasan apapun tak kan pernah bisa dibenarkan untuk meraih kenikmatan harus melupakan norma dan kaidah kehidupan. Sama sekali tidak boleh demikian. Lantas, mengapa sebagian kita telah lupa dan tak mau peduli sedikitpun perjuangan nenek moyang kita dulu?

Manusia mudah sekali diracuni oleh satu kata, kenikmatan. Maka, diamlah kalian jika sekarang kalimat berikut ini kutulis;

Manusia adalah mahkluk paling memuakkan yang hanya mengejar kenikmatan tabu di dunia!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s