Dosa itu Terus Mengejarku


DOSA masa lalu kembali datang menghampiriku hari ini. Sebuah dosa yang membuatku tersudut dalam satu ruang yang cukup membuatku diam seribu basa. Aku jadi tak leluasa bergerak. Tersekat. Bernafas pun sulitnya minta ampun. Aku tak bisa kemana-mana lagi. Pada hal aku ingin pergi jauh-jauh agar dosa ini tak bisa melihatku lagi. Tapi, mengapa aku sulit berpikir menumukan jalan keluarnya?

Aku menjadi buronan kelas kakap. Tak ada tempat sembunyi. Aku diijinkan lari kemana pun dan dibolehkan mencari bantuan pada semua orang yang kukenal dan kutemui di jalanan. Namun, sia-sia saja. Aku tak tahu sembunyi dimana. Aku tetap tak mampu melepaskan diri dari dosa besar ini. Pada hal Tuhan tahu bahwa dosa ini akan diampuni-Nya jika aku tulus memohon ampun dalam setiap sujudku.

Lalu, simpuh sujudku yang tulus dengan menyadari semua dosaku dan tidak hanya pada sebuah dosa yang besar tak ada artinya? Aku sudah bayangkan dosaku bagai lautan luas itu dan memohon diampunkan kepada Tuhan. Peluang. Ya peluang itu selalu ada kata ahli agamaku. Aku hanya butuh menumbuhkan rasa tulus dalam setiap ritual yang kulakukan. Hingga aku menjadi seorang insan yan sejati sebagaimana tuntutan-Nya.

Masih saja sulit kulepaskan diri dari kepungan dosa besar ini yang tak henti-hentinya mengejarku. Menemuiku setiap detik. Aku muak dikurung dalam tahanan nikmatnya. Tolong, tolonglah aku kawan. Jangan hanya melihat saja aku dikejar-kejar oleh dosa ini. Bukankah kalian semua tak mau aku terus dikukungi dosa “ini”?

Banda Aceh, 06 Agustus 2010

Sebuah Refleksi masa lalu.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s