*** Surat Terbuka Prabowo Subianto, 8 Juli 2014 ***


Sahabat sahabatku dimanapun engkau berada,

Assalamualaikum Wr. Wb. 

Bagi saudara-saudara sahabat-sahabatku yang melaksanakan ibadah puasa Ramadhan, saya ucapkan selamat melaksanakan ibadah puasa. Semoga dapat ditunaikan dengan sempurna dan amal ibadah anda diterima oleh Allah SWT.

Sahabatku sekalian, kurang lebih delapan belas jam lagi yaitu mulai jam 07.00 besok pagi tanggal 9 Juli 2014, seluruh bangsa kita akan melaksanakan pemilihan umum untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia untuk lima tahun kedepan, 2014 sampai 2019.

Kita patut bersyukur dan bangga bahwa negara kita adalah negara demokrasi ketiga terbesar di dunia. Kita sadar masih banyak kekurangan dalam pelaksanaan demokrasi kita. Pasti kita semua ada yang tidak puas terhadap penyelenggaraan demokrasi kita sampai sekarang.

Kitapun menyadari dan mewaspadai ancaman-ancaman terhadap demokrasi berupa upaya membohongi rakyat dan membeli suara secara besar-besaran. 

Namun, sebagaimana saya berkali-kali katakan selama ini, saya yakin rakyat Indonesia sudah lebih pintar daripada yang diperkirakan oleh segelintir orang. Dan rakyat Indonesia punya hati nurani dan kesadaran mana yang terbaik untuk masa depan mereka.

Saya ingin ucapkan terima kasih kepada para sahabatku sekalian yang sampai sekarang sudah berjumlah 7.800.000 orang lebih. Angka yang bagi saya sungguh sangat mengagetkan. Konon ada yang memberitahu kepada saya bahwa ini berarti sebagai seorang pemimpin politik, saya memiliki pengikut keempat terbanyak di dunia. Ini sungguh suatu kehormatan besar.

Saudara-saudara sekalian, sebagaimana pasti kalian sudah mengetahui sudah cukup lama saya menjadi sasaran upaya menghancurkan reputasi saya dan nama baik saya melalui suatu kampanye yang lama, terencana, terpadu. Saya digambarkan sebagai seorang yang ingin menjadi diktator, yang anti demokrasi, pelanggar HAM yang kejam dan sebagainya. 

Dan mereka melalui upaya penghancuran nama baik saya dan karakter saya (character assasination) menginginkan bahwa saya tidak bisa menjadi sebuah faktor dalam kehidupan politik Indonesia.

Pertanyaannya adalah kenapa mereka begitu benci dan takut kepada peranan saya dalam politik Indonesia? Apa yang sebenarnya saya perjuangkan? 

Sama sekali tidak benar bahwa saya anti demokrasi. Sayalah yang pernah membuktikan diri menegakkan demokrasi dengan tidak melakukan pengambilalihan kekuasaan secara tidak demokratis pada Mei 1998 padahal saya waktu itu mengendalikan 33 batalion tempur Angkatan Darat, dan mungkin waktu itu puluhan batalion lain yang juga masih di bawah pengaruh saya. Kenyataannya, sejarah mencatat saya tunduk pada konstitusi.

Saya sudah terjun di politik lebih 10 tahun. Saya sudah mengunjungi ratusan kabupaten dan hampir semua provinsi sudah saya datangi dalam tahun-tahun ini. Kadang-kadang satu hari saya memberi tiga, empat pidato karena saya dari kecil percaya pada demokrasi. 

Keluarga saya turun temurun adalah pejuang-pejuang yang membela negara, bangsa dan rakyat Indonesia. Itu nilai-nilai yang tertanam di benak dan hati sanubari saya. Kepentingan bangsa saya, kepentingan rakyat saya di atas kepentingan keluarga atau pribadi.

Itu yang telah saya jalankan, dan mungkin karena itulah kesetiaan ribuan anak buah saya selama puluhan tahun terus bertahan. Kalau saya digambarkan sebagai pribadi yang kejam, saya rasa tidak mungkin ada prajurit yang setia kepada saya selama puluhan tahun. Tanyalah kepada mereka, setelah 16 tahun, 18 tahun pensiun, mereka sekarang bangkit ada dimana-mana, di kabupaten-kabupaten, merekalah sekarang salah satu ujung tombak kampanye pemenangan saya.

Saudara-saudara sekalian, saya bersyukur dan merasa terharu serta sangat terhormat dengan diberi kepercayaan oleh sebuah koalisi partai-partai besar dan bersejarah di Indonesia yaitu Koalisi Merah Putih (Partai Golkar, Partai Gerindra, Partai Amanat Nasional, Partai Keadilan Sejahtera, Partai Persatuan Pembangunan, Partai Bulan Bintang dan sekarang ditambah dukungan resmi dari Partai Demokrat). Kalau dari segi jumlah kursi di DPR RI yang baru terpilih tahun 2014 ini, berarti koalisi kami sekarang ini menguasai hampir 2/3 kekuatan di DPR RI. 

Dengan saya menjadi calon daripada koalisi yang kuat ini, sungguh menjadi sebuah amanah yang saya emban dengan penuh rasa tanggung jawab dan dengan penuh tekad untuk berbuat yang terbaik untuk bangsa dan negara dan rakyat saya.

Apa yang kita perjuangkan?

Yang kita perjuangkan adalah Indonesia yang benar-benar berdaulat, Indonesia yang benar-benar mampu berdiri di atas kaki kita sendiri. Indonesia yang bisa melindungi segenap warga negaranya dan tanah tumpah darahnya. Indonesia yang bisa memberi makan dan kehidupan yang layak bagi seluruh warga negaranya. Indonesia yang tidak dieksploitasi oleh bangsa lain. Indonesia yang damai, yang rukun, yang aman, yang adil, dan yang sejahtera.

Itu yang kita perjuangkan. Apakah itu salah? Kenapa ada yang takut dengan Indonesia yang berdaulat, yang berdiri di atas kaki sendiri? Indonesia yang dihormati dan punya martabat? Kenapa Indonesia tidak boleh bermartabat? Kenapa Indonesia rakyatnya tidak boleh sejahtera?

Para sahabatku sekalian, mungkin itulah sebabnya walaupun ada kekuatan-kekuatan yang besar yang ingin menghancurkan saya, terutama nama baik saya, tetapi ternyata rakyat Indonesia memiliki firasat tersendiri. Rakyat Indonesia bisa mengerti bahwa saya hanya salah seorang yang ingin membela kepentingan bangsa Indonesia dan kepentingan rakyat Indonesia. Dan karena itu kekuatan kita terus bertambah dan menguat.

Nyatanya sekarang para sahabatku di halaman Facebook ini sudah hampir delapan juta. Angka yang cukup mengagetkan untuk saya. Pernyataan dukungan yang cukup menjadi sebuah fenomena.

Juga ternyata sampai dengan hari ini, 16 lembaga survei telah menyampaikan hasil temuan mereka bahwa Koalisi Merah Putih, terutama Prabowo-Hatta sekarang sudah unggul cukup signifikan di atas pasangan yang lain. Tentunya tidak sedikit ini adalah hasil kerja keras para pendukung saya dan Koalisi Merah Putih, para relawan Prabowo-Hatta, para kader-kader partai mitra Koalisi Merah Putih, juga diantaranya peranan saudara-saudara sekalian, sahabat-sahabatku saya yakin tidak sedikit.

Saya ingin mengucapkan terima kasih atas dukungan anda dan saya mohon kita semua tidak lengah di saat-saat terakhir menjelang pencoblosan. Janganlah kita euforia, janganlah kita bertindak santai atau malas-malasan. Datanglah berbondong-bondong ke TPS. Gunakan hak suara anda. Ini kesempatan emas bagi bangsa Indonesia.

Marilah kita bangun sebuah pemerintahan yang bersih, yang kuat, yang akan mampu membawa Indonesia ke cita-cita kita: Kemerdekaan sejati, harga diri sejati, martabat sejati, kemakmuran sejati.

Marilah kita mewujudkan cita-cita nenek moyang kita. Indonesia yang gemah ripah loh jinawi, toto tentrem kerto rahardjo. Indonesia yang berdiri sama tinggi, duduk sama rendah dengan bangsa-bangsa lain. Indonesia dimana wong cilik iso gumuyu. Indonesia dimana ibu-ibu senyum setiap pagi melihat anak-anak mereka yang sehat, yang tertawa dan berangkat ke sekolah dengan langkah penuh semangat. Penuh optimisme menghadapi masa depan.

Indonesia dimana setiap laki-laki, setiap malam tidur tenang karena merasa aman untuk hari-hari, minggu-minggu bahkan bulan dan tahun-tahun kedepan. 

Khusus untuk saudara-saudaraku pada sahabat yang ada di halaman ini, saya minta di jam-jam terakhir ini saudara bergerak untuk menghubungi saudara-saudaramu, kawan-kawanmu dan sahabat-sahabatmu.

Saya kira kekuatan kita besok di TPS akan menghasilkan sesuatu yang luar biasa bagi Republik Indonesia. Katakanlah saudara bisa mempengaruhi 10 orang saja dalam jam-jam terakhir ini, berarti besok saudara bisa menambah lebih daripada 70 juta suara. Ingat: Setiap suara menentukan.

Terima kasih sekali lagi, sahabat-sahabatku dimanapun engkau berada. Marilah kita berbuat yang terbaik untuk bangsa kita. Saya mohon bantuanmu untuk Indonesia yang kita cintai.

Kalau bukan sekarang, kapan lagi? Kalau bukan kita, siapa lagi?

Salam hormat saya. 

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Merdeka!

Sahabatmu,

Prabowo Subianto

9 April 2014: Indonesia Di Persimpangan Jalan


Salam Indonesia Raya,

Kepada seluruh kader Partai GERINDRA di mana pun Anda berada. Berikut ini adalah kata-kata Bapak Ketua Pembina kita tentang pelaksanaan PEMILU 2014 yang tinggal beberapa hari lagi. Mari kita satukan visi memenangkan Partai GERINDRA agar Bapak Letjen (Purn.) Prabowo Subianto bisa kita calonkan menjadi Presiden Indonesia berikutnya.

Kalau bukan sekarang, kapan lagi. Kalau bukan sekarang, kapan lagi. Gerindra Menang, Prabowo Presiden.

Salam Indonesia Indonesia Raya.

Bismillahirahmanirahim. Assalamualaikum Wr. Wb.

Salam sejahtera bagi kita sekalian. Shalom. Om Swastiastu. Namo Buddhaya.

Saudara-saudara sekalian, para sahabatku dimanapun engkau berada. Kita sekarang sudah berada pada hari-hari yang sangat penting. Tanggal 9 April yang akan datang, negara kita, bangsa kita, akan menjalankan pemilihan umum untuk memilih wakil-wakil rakyat di DPR-Kabupaten Kota, DPR-Provinsi dan di DPR-RI. 

Saudara-saudara sekalian, pemilihan kali ini menentukan siapa yang akan memimpin Republik Indonesia 5 tahun ke depan. Siapa dalam arti, apakah partai kita dapat melampaui threshold yang ditentukan oleh peraturan sekarang, yaitu 20% kursi di DPR-RI sehingga kita bisa mencalonkan sendiri calon Presiden Republik Indonesia.

Saudara-saudara, ini menjadi sangat penting karenaPartai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) telah menugaskan kepada saya untuk maju sebagai calon presiden Republik Indonesia untuk masa jabatan 2014-2019. Saya telah menerima penugasan ini dengan satu tekad untuk memimpin pembaharuan dan perobahan untuk memperbaiki kehidupan bangsa dan negara.

Kita ingin melakukan transformasi bangsa yang besar, kita ingin memperbaiki penyimpangan-penyimpangan,kekeliruan-kekeliruan, kesalahan-kesalahan yang telah dilakukan dimasa-masa lampau. Kita tidak mau mencari kesalahan, tapi kita bertekad harus merobah kearah yang lebih baik.

Kebocoran-kebocoran negara yang sudah terlalu parah, melampaui Rp. 1.000 triliyun setiap tahun harus kita hentikan. Uang ini adalah sangat-sangat vital bagi pembangunan masa depan bangsa kita. Bangsa kita tidak bisa lagi kehilangan kekayaan sebesar ini tiap tahun.

Jadi pada 9 April yang akan datang, Partai Gerindra tidak menang maka dapat dipastikan Indonesia akan tetap kehilangan Rp. 1.000 triliun tiap tahun. Kalau lima tahun berarti kita akan kehilangan kekuatan, kekayaan kita sebesar Rp. 5.000 triliun minimal. Bahkan ada yang mengoreksi saya bahwa Rp. 1.000 triliun itu adalah angka yang terlalu kecil, angka sebenarnya adalah mendekati 3.000 triliun rupiah.

Saudara-saudara sekalian, taruhan tanggal 9 April sungguh-sungguh sangat besar. Sekarang kita merasakan bahwa masyarakat kita, bangsa kita sedang mengalami suatu penyakit yang mendalam. Setiap unsur masyarakat kita sudah rusak, rusak moral, rusak mental. Setiap unsur di masyarakat kita, setiap tingkatan, setiap tingkat kepemimpinan sudah sarat dengan sogok-menyogok, dengan membeli suara, membeli loyalitas, membeli ketaatan. Sekarang banyak pemimpin kita, banyak pejabat kita bukan taat kepada Undang-Undang Dasar, bukan taat kepada kepentingan bangsa, tetapi taat kepada yang memberi uang.

Saudara-saudara sekalian, negara kita berada dipersimpangan jalan yang sangat-sangat penting. Untuk itu Partai Gerindra harus berhasil. Alhamdulillah kita merasa sekarang angin dukungan kearah kita. Poll-poll, survei-survei yang independen, yang akurat menunjukan bahwa kita sekarang berada di posisi yang sangat kuat. Sesungguhnya kalau pemilu hari ini dilaksanakan, kita sudah bisa mencapai lebih dari 25%. Hal ini bukan untuk membuat kita lengah atau euphoria, tetapi justru saya minta kita kerja semakin keras.

Saudara-saudara sekalian, saya memperhatikan bahwa sahabat saya dalam Facebook saya sudah mendekati lebih dari 4.600.000 sahabat. Saya tahu tidak semua punya kesetiaan dan dedikasi yang sama. Ada juga mungkin yang masuk hanya untuk mengikuti gerak-gerik Gerindra dan Prabowo Subianto. Tetapi bagaimanapun angka ini sangat besar.

Bayangkan, kalau 4 juta saja dari kalian bekerja sungguh-sungguh dalam hari-hari yang terakhir ini, kalau kalian berhasil dalam hari-hari terakhir meyakinkan tiap hari 10 orang saja, bayangkan kekuatan apa yang bisa kita dapat pada tanggal 9 April yang akan datang. Kalau 4 juta dari kalian saja bisa mengajak 10 orang saja pada 9 April yang akan datang, kita akan muncul sebagai kekuatan yang menentukan masa depan bangsa ini.

Saudara-saudara saya mohon, terjunlah ke lapangan, yakinkanlah lingkunganmu. Saya percaya setiap individu dari kalian punya saudara, punya kerabat, punya anak buah, punya orang tua, punya mertua, sehingga kalau semua lingkungan saudara diyakinkan bahwa 9 April adalah kesempatan Indonesia bangkit. Saudara-saudara sekalian, kita bisa melaksanakan suatu perombakan besar untuk bangsa kita.

Juga saudara-saudara, demokrasi yang kita laksanakan, demokrasi liberal yang kita laksanakan sekarang ini, adalah membutuhkan biaya yang sangat besar.

Saudara-saudara sekalian, kita adalah partai yang membela wong cilik, membela orang miskin. Anggota kita, kita tahu sebagian besar orang-orang yang tidak punya banyak uang. Tetapi saudara-saudara, saya berusaha yakinkan kalian, kalau kalian bersedia berkorban, menyisihkan sebagian dari kemampuanmu, dari uangmu, untuk masa depan Indonesia, saya kira, apa yang anda kesampingkan, atau anda sumbangkan tidak akan sia-sia, bahkan akan sangat menguntungkan masa depan bangsa dan negara, dan rakyat kita, dan masa depan kalian sendiri, masa depan anak-anakmu, masa depan cucu-cucumu.

Saudara-saudara sekalian, saya disini menghimbau, bahwa, kalau bisa, kekuatan rakyatlah yang bicara. Kita tidak didukung oleh uang modal besar. Mereka mungkin tidak suka dengan program kita, mereka tidak suka bahwa kita ingin memberdayakan orang yang lemah, orang yang miskin.

Mungkin mereka tidak suka, kita ingin mengamankan dan menyelamatkan kekayaan negara. Mungkin mereka suka Indonesia yang lemah, mereka suka Indonesia dipimpin oleh pemimpin yang lemah, mereka ingin suatu pemerintahan boneka, mereka ingin mengendalikan bangsa ini. Mereka ingin Indonesia, kalau bisa dipimpin oleh pemerintah yang korup, oleh pemimpin-pemimpin dan pejabat-pejabat yang korup. Karena itu mereka takut dengan kemenangan Gerindra, mereka takut munculnya pemerintah yang bersih.

Saudara-saudara sekalian, Gerindra bertekad untuk menghasilkan dan memberi kepada rakyat Indonesia, pemerintah yang bersih, pemerintah yang anti korupsi, pemerintah yang akan memberantas korupsi sampai keakar-akarnya. Untuk itu kita butuh dukungan saudara-saudara, dan kita butuh dukungan secara riil, secara konkret.

Mereka mengatakan: Bangsa Indonesia gampang, rakyat Indonesia bisa dibeli, semua pemimpin Indonesia bisa disogok. Saudara-saudara, saya mohon, marilah kita bersatu, buktikan bahwa rakyat Indonesia masih punya cita-cita yang luhur, rakyat Indonesia masih punya harga diri, rakyat Indonesia tidak mau dibeli begitu saja, rakyat Indonesia tidak mau jadi kacung, rakyat Indonesia tidak mau menjadi budak. Rakyat Indonesia ingin menjadi rakyat yang terhormat.

Saudara-saudara sekalian saya mohon, kalau bisa saudara kirim sumbangan. Kalau anda mampu seribu Rupiah, seribu Rupiah. Kalau mampu sepuluh ribu, sepuluh ribu. Kalau mampu lebih, akan sangat menentukan. Anda bisa bayangkan, kalau empat juta orang menyumbang masing-masing sepuluh ribu, dua puluh ribu, atau bahkan seratus ribu, kita akan punya kekuatan yang besar untuk bisa membantu semua unsur yang ingin mengadakan pembaharuan, perombakkan, dan transformasi bangsa.

Saudara-saudara, kita sudah siapkan suatu rekening yang resmi, yang akan diaudit, dan akan dipertanggung jawabkan. Dan ini semua uangnya akan digunakan untuk kepentingan pemenangan caleg-caleg yang terbaik, calon-calon DPR putera-puteri Indonesia yang terbaik, yang berkomitmen mengabdi sebesar-besarnya untuk kepentingan bangsa dan rakyat Indonesia.

= = =

Rekening BCA Nomor: 206.300.5959
Atas nama: Partai Gerakan Indonesia Raya

= = =

Saya mohon dukunganmu, saya mohon partisipasimu. Mungkin yang anda sumbangkan, mungkin senilai sebungkus rokok, tetapi sumbangan itu bisa menentukan masa depan bangsa Indonesia. Kita buktikan bahwa rakyat Indonesia masih ada yang punya cita-cita, masih ada yang cinta tanah air, masih ada yang ingin Indonesia berdiri dengan terhormat, dengan pemimpin-pemimpin yang terhormat, yang berdiri diatas kaki kita sendiri, bermartabat, kuat, adil, makmur. Itu cita-cita kita bersama.

Saudara-saudara sekalian, saat-saat terakhir ini, dua pesan saya tadi. Pertama, kerahkan dukungan dari sekitarmu, kalau bisa tiap hari cari tambahan lima sampai sepuluh simpatisan, catat nama mereka, yakinkan mereka, jelaskan perjuangan Gerindra. Himbau mereka, gugah mereka untuk ke TPS. Dan pada hari nanti, saudara juga datang dengan rombonganmu, dengan kerabatmu, dengan kelompokmu semuanya, berbondong-bondong tunjukkan kekuatan Gerindra sebagai kekuatan rakyat.

Selanjutnya, permintaan saya kedua, tolonglah, berilah sumbangan yang anda bisa berikan, tunjukkan lagi kekuatan rakyat, bahwa walaupun kita secara individu kecil, bersatu, bersama-sama kita besar dan kita kuat, terima kasih saudara-saudara, marilah kita berdoa agar Tuhan Yang Maha Besar, Allah SWT, merestui, meridhoi perjuangan kita, hati kita hanya untuk bangsa, negara, dan rakyat Indonesia.

Itikad kita, itikad yang baik. Keinginan kita, keinginan yang tulus, ikhlas, supaya Indonesia menjadi bangsa yang bermartabat, supaya orang miskin di Indonesia berkurang, dan supaya anak-anak orang miskin tidak miskin seterusnya.

Terima kasih kesetiaanmu, saya berharap dukunganmu.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Shalom. Om Shanti, Shanti, Shanti Om. Namo Budhaya.

Terimakasih, selamat berjuang. Kalau bukan kita, siapa lagi? Kalau bukan sekarang, kapan lagi?

Ttd. Prabowo Subianto

Prediksi Bola: Irak vs Indonesia


Image

Irak adalah salah satu tim kuat di Asia. Melawan tim nasional Indonesia di Al Rashid Stadium, Dubai, Uni Emirat Arab, pada Rabu (6/2) sore waktu setempat rasanya bukan masalah besar buat anak asuh Zico tersebut.

Anda ingin tahu skor akhir pertandingan ini? 5-1 untuk kemenangan Irak! Berlebihan? Tidak! Tim Indonesia sedang punya masalah besar secara tehnik dan manajemen. Musuh besar kesebelasan merah putih adalah diri mereka sendiri. Ini bukan bermaksud merendahkan kualitas timnas negara kita sendiri, tetapi Anda pun mengerti mengapa prediksi saya begitu besar untuk kekalahan timnas Indonsia, bukan?

Selamat menyaksikan!

By Arbi Sabi Syah Posted in Fiksi

Sudah Siapkah Kita Menghadapi Bencana? (Refleksi Sewindu Bencana Gempa & Tsunami Aceh)


 

Kesiapsiagaan menghadapi bencana adalah kalimat kunci yang harus dipahami oleh semua orang di Negara kita. Memahami sepenuhnya bahwa letak geografis wilayah kita berada pada jalur yang rawan terjadinya bencana. Sehingga, Pemerintah kita perlu menyusus sebuah strategi menghadapi bencana. Mempersiapkan masyarakat Indonesia mampu hidup berdampingan dengan bencana. Hal ini memang tidak semuadah membalikkan telapak tangan dan butuh waktu yang lama.

Tulisan ini lahir dari pemikiran penulis tentang bencana yang sering melanda sebagian besar wilayah Indonesia. Juga, penulis ingin merefleksi sejenak akan bencana besar yang pernah terjadi di wilayah Aceh khususnya; 8 (delapan) tahun silam!

Sebenarnya, musibah gempa bumi yang kuat sebesar 8,9 Skala Richter  yang disusul naiknya gelombang tinggi (baca;tsunami) memang tak dapat dicegah. Ini sama halnya dengan letusan gunung berapi, dan tentu saja berbeda dengan musibah banjir dan tanah longsor. Dari penyebab dab proses terjadinya saja sudah berbeda. Banjir terjadi karena pepohonan di tebang sesuka hati mafia kayu. Dan tanah longsor pun demikian. Ia melanda wilayah kita disebabkan oleh hal yang serupa; penebangan pohon-pohon di hutan tanpa memikirkan akibatnya adalah penyebab utamanya. Dua jenis bencana terakhir yang penulis sebutkan bisa dicegah terjadinya. Tentu saja, oknum masyarakat dan pemerintah perlu didewasakan akan akibat yang ditimbulkan oleh ulah mereka tersebut.

Lain halnya dengan bencana gempa bumi dan tsunami. Siapa yang mampu mencegah terjadinya? Adakah kekuatan yang bisa menghentikan pergerakan lempeng kerak bumi? Dan bila tsunami terjadi akibat gempa yang sangat kuat pastilah tak ada penahan ombak yang sanggup menahan ganas air laut. Disini peran kesiapsiagaan menghadapi gempa bumi yang berpotensi tsunami harus digalakkan.

Pemerintah Indonesia perlu meningkatkan lagi program Pengurangan Risiko Bencana (PRB) yang telah digalakkan selama ini. Keseriusan para pengambil kebijakan adalah hal yang mutlak dalam mempersiapkan masyarakat Indonesia yang siap hadapi bencana apapun yang datang tiba-tiba. Para pelajar harus diberi porsi mempelajari program tersebut. Pelajar yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) sekalipun harus diajarkan dasar-dasar menghadapi bencana yang akan bakal terjadi. Disini, semua Sekolah Dasar yang ada di Indonesia harus dijadikan Sekola  Siaga Bencana (SSB). Setidaknya bagi wilayah yang termasuk rawan bencana seperti Aceh, Yogyakarta, Jakarta, Bengkulu, dan beberapa wilayah lainnya di negera kita lebih diprioritaskan untuk dijalankan Program Pengurangan Risiko Bencana (PRB) tersebut.

Kesadaran masyarakat akan resiko bencana akan meningkat dengan sendirinya bila Pemerintah sendir terlebih dahulu sadar akan bahaya tersebut. Pemerintah harus punya kemauan politik yang kuat, tepat, dan tulus dalam mempersiapkan masyarakat Indonesia akrab dengan bencana. Kucuran dana yang memadai saja tidak akan cukup bagi program ini. Bahkan, Pemerintah kita masih menganggap masalah persiapan menghadapi bencana adalah bagian terkecil dari program membangun negara itu sendiri. Pemerintah harus serius akan masalah ini. Pembangunan apapun yang akan dijalankan harus mengikutkan program PRB.

Disinilah peran Badan Nasional Penanggulangan Bencana  (BNPB) Pusat meningkatkan koordinasinya dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Pemerintah yang baik pasti berkeinginan kuat mendidik rakyatnya mengerti akan resiko besar bila bencana datang tiba-tiba.

Musibah gempa bumi dan tsunami yang terjadi di Aceh adalah pelajaran berharga bagi kita semua. Banyak hal yang telah dan masih dapat dipelajari sebagai hikmah dari bencana besar tersebut. Meskipun, kita tak pernah ingin bencana kolosal yang merenggut hampir setengah juta penduduk Aceh itu kembali terulang. Cukup masyarakat Aceh saja yang telah rasakan ganasnya musibah tersebut. Semoga Pemerintah kita paham benar akan ancaman bencana yang terus melanda bangsa kita tercinta ini. Demi masa depan generasi kita yang sehat, bermartabat, dan hidup layak rasanya Pemerintah kita tak akan keberatan, bukan?

Akhirnya kita semua mengharapkan demikian. Kita berharap pada Pemerintah kita lewat para pemimpin yang telah kita percaya menjadi imam bagi bangsa kita tercinta. Semoga kita siap, ya?

Akulah Malammu


Kuingin menjadi malam untukmu. Setiap malam bersamamu. Menjadi selimut bagi semua yang kau miliki. Kuingin penuhi keinginanmu. Apapun!

Kuingat dirimu setiap saat. Tak sedetik pun ingin kulewatkan tanpa tidak mengingatmu. Aku ingin kau tersenyum indah. Selalu tersenyum lepas karena aku kan ada untukmu, hanya untukmu; bukan yang lain!

Tak perlu kau minta pembuktian yang terlalu besar. Bukankah perhatianku untukmu kapan pun yang kau butuhkan selalu ada? Diriku ingin jadi malam untukmu. Biarkan bulan dan bintang dengan segala pesonanya walau tak seterang mentari di pagi hari, tapi itulah aku! Ada dan pasti datang untukmu.

Aku adalah malam yang tetap sama menemanimu. Kepedihanmu akan kuhapus dan tak menyisakan sedikitpun nodanya. Cinta yang kau berikan akan selalu ada, kusimpan dan kuawetkan. Tak perlu khawatirkan ia akan pergi. Tak akan, dan tak pernah hilang sedikitpun rasaku padamu.

Hatimu ingin kusejukkan. Kuingin buat dirimu senang karena telah kuhibur dengan kehadiranku setiap saat. Dirimu adalah kebahagian bagiku. Kesepian pun kan datang tanpamu.

Begitulah diriku, bagaimana dirimu?

Perasaan Cinta adalah Keindahan


RASA cinta  yang tumbuh pada dua hati  itu sesungguhnyalah sebuah  keindahan yang nyata dalam kehidupan. Keindahan karena dua hati telah bertautan. Mereka bersatu dalam sebuah keinginan; selalu ingin berdua, kemana pun ada dia, dalam siatuasi apapun maunya dia ada di sisi, bahkan kadang kala berpikir bahwa hidup ini terasa hampa bila tak ada kabar darinya dalam sehari. Hati kian terpuaskan karena proses tersebut. Hal ini semakin membuktikan bahwa perasaan cinta adalah keindahan. Ia realita dalam kehiadupan. Apa yang terjadi dalam proses cinta adalah anugerah terbesaNya. Kita harus bersyukur diberikan perasaan seperti itu oleh Tuhan.

Seseorang yang sedang jatuh cinta dan ada di dalam sebuah keadaan mencintai dan dicintai pasti menikmati saat-saat indah yang terjadi setiap saat. Melewati proses demi proses tersebut berdua hingga semakin tersadar akan cinta yang dimiliki semakin kuat. Jika kita mau berpikir positif dengan keadaan masing-masing tentu saja perasaan cinta yang kita miliki akan demikian; selalu kuat dan kian merekat!

Bukankah hati kita akan terpuaskan bila keinginan positif segera terwujud dalam hidup kita? Dua insan yang sudah benar-benar memilki rasa cinta akan memiliki harapan untuk terus bersama dalam keadaan apapun. Ini sebuah fondasi kuat menuju mahligai berikutnya; rumah tangga.

Manusia yang memiliki keinginan positif untuk membina hubungan rumah tangga adalah manusia yang normal. Manusia yang baik memang memiliki niat positif dalam menjalin hubungan cinta. Pertanyaannya adalah mengapa banyak hubungan cinta yang gagal?

Ada hubungan yang terbina selama bertahun-tahun tapi putus di tengah jalan. Pada hal keduanya sudah punya keinginan kuat untuk hidup berumah tangga. Pertanyaan ini tak perlu dijawab dengan berbagai pendapat. Tanyakan pada diri sendiri apakah saya benar-benar mencintainya atau tidak? Bila jawabannya tidak, maka jelaslah bahwa kita belum menumbuhkan rasa cinta yang sebenarnya pada pasangan kita. Godaan selalu datang hanya pada mereka yang hatinya bercabang. Membagi hati pada orang lain bukanlah sikap yang sebenarnya dari manusia normal, kan?

Cinta yang telah ada haruslah dibina dengan sebaik-baiknya. Perasaan cinta yang telah ada itu butuh rawatan yang serius. Jangan main-main bila sudah menanamkan benih cinta. Bila ia dibiarkan tumbuh dengan sendirinya; tanpa rawatan, niscaya keindahan akan datang di masa depan. Hati yang berbunga-bunga tak boleh dibiarkan hanya sesaat. Cinta yang sudah ada pada pasangan harus ditumbuhkan kian subur. Hidup akan lebih indah dengan adanya rasa cinta. Rasa kesepian yang pernah kita rasakan akan segera berganti keceriaan bila cinta disadari telah ada dalam jiwa kita masing-masing.

Salam penuh cinta dari Aceh.

Kata Membuat Sesat


Sesat adalah kata. Dan kata-kata yang kita ucapkan sehari-hari sering membuat kita tersesat dalam dunia yang tidak seharusnya kita berada. Kita, adalah sekumpulan makhluk bernama manusia yang diciptakan Tuhan untuk saling hidup berdampingan; dalam keadaan apapun! Untuk apa harus sesat ketika kita ada dalam dunia seindah sekarang? Dunia yang memberikan kita banyak hal dan cukup alat untuk berbuat hal-hal yang benar-benar bisa diterima banyak orang?

Sesat adalah akibat dari perkataan. Dan perkataan yang salah terhadap sesuatu hal yang sakral akan membawa kita pada jurang kehancuran. Kita akan dikucilkan teman, masyarakat sekitar, dan bahkan keluarga kita sendiri. Untuk apa harus sesat jika kita ingin selalu bersama orang-orang yang kita cintai di dunia ini?

Sesat karena kata-kata yang tak pantas kita keluarkan akan membawa kita pada perilaku menyimpang. Kita harus selalu mampu menempatkan diri dalam kehidupan bermasyarakat. Menyesuaikan diri dengan keadaan dengan berpijak pada ajaran keyakinan masing-masing. Tak perlu mengeluarkan banyak kata jika kita belum mampu berikan alasan yang kuat karena alasan kebenaran. Bukankah pendapat yang mengatakan bahwa mulutmu adalah harimaumu itu sudah sering kita dengar?

Sesat memang hanya kata. Tetapi, bila kita tak pernah berpikir lebih dulu sebelum mengeluarkan kata-kata, niscaya kita akan ada dalam lembah kesesatan yang nyata.

Dan kepada kita sesama manusia yang mendengarkan kata-kata yang mungkin bertentangan dengan pengetahuan kita selama ini, sebaiknya ditanyakan kembali kepada yang bersangkutan. Tak baik menganggap teman kita telah sesat, pada hal kita yang belum memiliki pengetahuan yang baik tentang apa yang dibicarakan bersama. Menuduh orang lain ada dalam kesesatan karena piciknya pengetahuan kita tentang sesuatu juga merupakan perilaku yang sesat, bukan?!?

Sekarang, masing-masing kita harus membersihkan hati dari berbagai noda hitam yang diakibatkan syeitan. Godaan syeitan sangat kuat pada orang-orang yang awalnya sangat baik hati. Mengapa? Karena syeitan tercipta untuk menggoda orang-orang yang baik hati. Dalam keadaan apapun syeitan selalu ada untuk hancurkan kita semua. So? hati-hati menjaga hati dan berpikirlah sebelum mengeluarkan kata-kata agar kita semua jauh dari kesesatan yang nyata.

Pentingnya Peran Wanita dalam Kehidupan Seorang Pria


Saya ingin bicara banyak tentang sosok sebenarnya dari wanita. Semua wanita yang ada di dunia ini memang luar biasa. Dan saya tak akan mampu bicara terlalu jauh. Bukan apa-apa, tapi memang seorang wanita punya banyak hal positif yang selama ini jarang diungkapkan oleh seorang pria. Kita sering terpaku pada bentuk fisik dan perawakan wanita. Pada hal, sisi hebat dari seorang wanita jarang menjadi bahan pembicaraan kaum pria.

Saya ingin katakan bahwa setiap wanita adalah kemewahan dan keindahan. Seorang wanita mampu menjadi pendorong dan berfungsi sebagai katalisator bagi pria dalam berkreativitas meraih impian di masa depan. Khusus bagi saya, wanita adalah sosok makhluk ciptaan yang Tuhan sebagai simbol penciptaan terbesarNya. Tetapi, saya ingin mempertegas disini bahwa kelebihan-kelebihan yang dimiliki wanita tersebut membuat saya sadar bahwa saya sangat butuh kehadiran seorang wanita. Saya tak bisa hidup sendirian tanpanya. Saya punya alasan kuat mencintai wanita karena kebutuhan. Ya, kebutuhan akan kemewahan dan keindahan yang dimiliki hanya oleh waniya. Juga, saya butuh dorongan sebagai katalisator dalam mengarungi bahtera kehidupan. Saya yakin bahwa semua pria yang ada di dunia ini takkan pernah mampu arungi kehidupan sendirian tanpa peran penting dari seorang wanita. Bukankah selalu ada seorang wanita dibalik kesuksesan seorang pria?!?

Kemewahan seorang wanita bukan ditentukan oleh bagaimana bentuk fisiknya. Tetapi, ini lebih dikarenakan seorang wanita memiliki banyak hal yang tidak mampu dibeli seorang pria. Pria tak bisa memaksakan senyuman tulus seorang wanita begitu saja tanpa lebih dulu memberikan senyuman tulus juga. Wanita tak bisa dipaksa untuk melakukan hal-hal yang berhungan dengan hati, seperti meminta mencintai seorang pria yang belum dikenalnya dengan baik. Wanita mewah karena punya senyuman tulus yang hanya bisa dirasakan oleh pria yang tulus. Dan seorang wanita layak diapreasiasikan karena cinta tulusnya tak mudah diberikan kepada sembarang pria.

Saya rasa semua pria harus jujur bahwa seorang wanita manapun yang ada di dunia bisa menjadi motivasi bagi perjalanan karir seorang pria. Seorang pria yang benar-benar baik dan memiliki hati yang bersih pastilah mengakui hal tersebut. Bagaimana dengan Anda? Setujukah dengan pendapat saya?

***Salam dari Aceh. :)


Originally posted on risman a rachman:

Politik, sejatinya adalah keterbukaan, bahkan “ketelanjangan.”

Tidak ada yang tersembunyi, apalagi sengaja disembunyikan.

Jika saja politik itu manusia, maka politik adalah “makhluk paling seksi,” mengalahkan keseksian manusia.

Begitu seksinya, pikiran dan tindakan politik, senantiasa terdedah, dan siapapun bisa merasakan, kehadirannya.

Bahkan, niat politik pun bisa diendus sebelum kemunculannya. Semua itu karena memang politik tidak memiliki aurat. Jika pun ada maka aurat politik tidak berjenis kelamin.

Jadi, tidak heran manakala ada banyak orgasme politik yang terjadi, justru sebelum “senggama” politik berlangsung. Beberapa ada yang mengalami puncak klimak, sepanjang waktu.

Sebaliknya, ada banyak juga yang tidak merasakan apa-apa, hingga usai senggama politik 5 tahunan.

Begitulah. Di ruang demokrasi, politik, hadir dan hinggap di ruang pikiran dan hati, secara telanjang, tanpa aurat, dan karena itu tidak perlu UU Pornografi dan Pornoaksi Politik.

Rakyat, dengan kemampuan mata ketiganya, bisa langsung menentukan sikap, menghukum, bergabung, atau “mempelacuri” politisi, atau politik itu sendiri. Di awal kekuasaan…

View original 298 more words

By Arbi Sabi Syah Posted in Fiksi